Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

IPO: Tidak Rasional Jika Lonjakan Harta Dialami Menteri yang Bukan Pengusaha

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 07:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

  Lonjakan harta para pejabat negara secara drastis di masa pandemi Covid-19 membuat publik bertanya-tanya. Apalagi jika lonjakan terjadi pada para pejabat yang sama sekali tidak memiliki latar belakang pengusaha.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, lonjakan pada pejabat yang demikian tidak rasional.

“Menjadi tidak rasional jika murni hanya pejabat publik dan terjadi (lonjakan) saat pandemi," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis pagi (16/9).


Dedi khawatir, kenaikan harta kekayaan para penjabat di masa pandemi Covid-19 sejalan dengan sistem hukum yang dibuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait anggaran penanganan pandemi Covid-19.

Misalnya, penerbitan Perppu Corona yang kini sudah menjadi UU 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

"Kondisi ini semakin meyakinkan publik, jika pandemi menjadi lahan ekonomi bagi sebagian orang," tegasnya.

"Indikasinya mulai dari korupsi seperti Mensos Juliari Batubara, atau pembagian uang terkait pasien Covid-19 seperti yang diterima bupati Jember Hendy Siswanto?" demikian Dedi Kurnia. 

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya