Berita

Airlangga Hartarto hadiri kuliah umum Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/9).

Politik

Airlangga Hartarto: Indonesia Butuh 9 Juta Telenta Digital di Masa Depan

RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Generasi muda Indonesia harus bisa meningkatkan kemampuan adaptasi dalam perkembangan dunia digital. Terutama, dalam memaksimalkan peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Begitu disakpaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kuliah umum Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/9).

"Di tengah era digital ini, generasi muda juga diharapkan dapat memanfaatkan talenta digitalnya sehingga tidak hanya berperan sebagai job seeker saja, namun dapat juga menjadi job creator," ujar Airlangga.


Airlangga mengatakan, pemerintah menargetkan kebutuhan terhadap talenta muda yang berkiprah di sektor digital tidak kurang 9 juta orang.

"Dalam waktu 15 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun," terangnya.

Jika rencana itu berjalan baik dan target tercapai, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini, akan ada pemasukan yang cukup besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 T kepada PDB Indonesia di tahun 2030," pungkasnya.

Hadir dalam acara ini Rektor UMJ Ma'mun Murod, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilas Saga Ichsan, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar Airin Rachmi Diany dan sejumlah dosen yang hadir terbatas secara fisik.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya