Berita

Salima Mazari dikabarkan ditangkap Taliban/Net

Jaya Suprana

Prihatin Salima Mazari Ditangkap Taliban

MINGGU, 12 SEPTEMBER 2021 | 16:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa Salima Mazari telah ditangkap oleh Taliban yang kini telah mengambil-alih kekuasaan di Afghanistan. Salima Mazari yang kini berusia 40 tahun adalah Gubernur distrik Charkint di Afghanistan Utara dengan populasi sekitar 30.000 warga.

Sejak 2019, Mazari merekrut dan melatih warga Charkint untuk melawan angkara murka kaum Taliban yang pada masa itu memang terbukti menyengsarakan kaum perempuan di Afghanistan.

Gubernur Pertama


Salima Mazari dilahirkan di Iran. Keluarga Mazari meninggalkan Afghanistan pada masa perang Afghanistan melawan Uni Sowyet.

Setelah kembali ke Afghansitan, pada tahun 2018 Mazari diangkat menjadi perempuan pertama yang menjadi gubernur di Afghanistan. Mazari gigih berjuang melawan Taliban melalui politik mau pun dengan senjata.

Pada tahun 2020, Mazari berhasil menaklukkan laskar Taliban di distrik Charkint. Pada minggu pertama bulan Agustus 2021 kaum Taliban menguasai separuh wilayah distrik Charkint.

Mazari merekrut laskar rakyat mayoritas terdiri dari kaum petani yang rela menjual hewan ternak mereka untuk membeli senjata demi melawan Taliban.

Distrik Charkint merupakan benteng terakhir rakyat Afghanistan yang tidak setuju kekuasaan Afghanistan diambil alih oleh Taliban.

Pelanggaran HAM

Saya tidak mengetahui sejauh mana kebenaran berita Salima Mazari ditangkap Taliban. Namun apabila berita tersebut benar maka secara kelirumologis dapat diyakini penangkapan Salima Mazari oleh kaum Taliban merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebelum Joe Biden menarik segenap angkatan bersenjata Amerika Serikat dari bumi Afghanistan, citra kaum Taliban sudah rusak tercemar justru akibat perlakuan tidak manusiawi serta tidak beradab terhadap kaum perempuan di Afghanistan.

Setelah kekuasaan di Afghanistan diambil alih oleh kaum Taliban memang masih ada pihak termasuk saya mengharapkan kaum Taliban masa kini berkenan memperbaiki sikap dan perilaku buruk Taliban masa lalu. Namun peristiwa penangkapan Salima Mazari meluluhkan harapan segenap pihak termasuk saya.

Doa

Sebagai bukan warga Afghanistan yang juga secara pribadi tidak mengenal Salima Mazari, memang saya sama sekali tidak berhak ikut campur tangan ke dalam urusan dalam negeri Afghanistan.

Masih banyak kekeliruan di dalam negeri saya sendiri yang lebih perlu saya perhatikan. Terutama diri saya sendiri juga kerap melakukan kekeliruan yang perlu diperbaiki.  

Namun sebagai sesama manusia dan penulis buku Kelirumologi Genderisme, saya berhak merasa prihatin atas nasib Salima Mazari beserta kaum perempuan yang ditindas penguasa di Afghanistan.

Sebagai insan yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan politik mau pun militer, saya tidak berdaya apa pun kecuali mengharap Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa untuk turun tangan mencegah kaum Taliban di Afghanistan melanjutkan angkara murka mereka menindas warga terutama kaum perempuan Afghanistan.

Di samping saya berdoa memohon Yang Maha Kasih menyadarkan kaum Taliban untuk segera menghentikan kekeliruan angkara murka menindas sesama manusia. Amin.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya