Berita

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Reno Zulkarnaen/Ist

Hukum

Muncul HUT Tandingan, Demokrat Jatim: Ini Makin Mensolidkan Kami Bersama AHY

SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 | 03:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali teruji insting politiknya. Sebab pada peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat Kamis kemarin (9/9), AHY sempat menyinggung masih ada pihak-pihak yang berupaya merampas partai berlambang bintang mercy dan merusak demokrasi.

Terbukti, hanya selang sehari, surat undangan dari kubu KSP Moeldoko yang membikin peringatan HUT Partai Demokrat tandingan di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada Jumat (10/9) beredar ke publik.

Bahkan untuk menarik simpati publik, kubu KLB Deli Serdang itu juga mencantumkan nama pendiri Partai Demokrat dengan Ketua Panitia Djoko Setyo Widodo. Rangkaian acaranya yang akan diisi dengan sambutan Moeldoko dan penitipan Partai Demokrat oleh Prof S Budhisantoso kepada Moeldoko.


Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Reno Zulkarnaen mengatakan, kubu Moeldoko sudah hilang rasa malunya karena masih saja merecoki bahkan mengklaim Partai Demokrat sebagai miliknya. Padahal Kemenkumham sudah tegas menyatakan Partai Demokrat yang sah adalah di bawah kepemimpinan AHY.

"Ini sungguh memalukan, gerombolan KLB Deli Serdang masih berani mengatasnamakan Partai Demokrat dengan menyelenggarakan peringatan HUT ilegal di Banten. HUT Partai Demokrat yang asli dan dari dulu ya tanggal 9 September, bukan 10 September," kata Reno Zulkarnaen, Jumat (10/9), dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Menurut pria yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini, manuver tak beradab yang dilakukan gerombolan KSP Moeldoko justru akan ditertawakan rakyat. Bahkan rakyat akan semakin yakin jika KLB Deli Serdang adalah kelompok perusak demokrasi di Indonesia.  

Di sisi lain, Reno juga menilai bahwa semakin Partai Demokrat diserang, justru  kader-kader yang ada di bawah semakin solid. Hal itu bisa dibuktikan dengan hasil berbagai lembaga survei yang menempatkan Demokrat di tiga besar jika pemilu digelar sekarang.

"Peringatan HUT Partai Demokrat ke-20 kemarin juga menjadi bukti jika kader demokrat di bawah kepemipinan Ketum AHY solid. Walaupun diselenggarakn secara virtual namun dihadiri tidak kurang 20 ribu pengurus dari tingkat DPD, DPC, hingga ranting di seluruh Indonesia," jelas anggota Komisi A DPRD Jatim.

Pria asli Lumajang ini menegaskan, seluruh kader Demokrat di Indonesia, khususnya di Jatim, sudah sadar dan solid bahwa saat ini adalah waktunya konsolidasi untuk persiapan pemilu mendatang.

"Makanya dalam waktu dekat Demokrat Jatim juga akan menggelar Musda yang menjadi bagian dari upaya konsolidasi partai untuk persiapan pemilu ke depan," ungkap Reno Zulkarnaen.

Mantan Ketua GMNI Jatim ini juga mengaku salut dengan insting politik Ketum AHY yang berulangkali dapat mengantisipasi gerakan-gerakan yang berupaya merongrong Partai Demokrat.

"Saya optimistis Demokrat di bawah kepemimpinan AHY akan semakin kuat dan bisa memenangkan kembali pemilu di Indonesia. Sebab AHY memiliki banyak kelebihan dan layak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," jelasnya.

Upaya “Begal Politik” kembali disinggung Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dalam sambutannya saat puncak acara peringatan Dua Dekade Partai Demokrat yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta Nasional, Kamis (9/9).

“Sampai dengan hari ini upaya untuk merampas Partai Demokrat masih juga terus berjalan. Pascakeputusan Kememkumham mengenai penolakan hasil KLB Deli Serdang, para perusak demokrasi tadi masih berupaya menggugat dan membatalkan Keputusan Pemerintah melalui jalur PTUN termasuk kemungkinan Judicial Review melalui Mahkamah Agung,” beber AHY

Putera Sulung SBY itu juga menegaskan, meskipun Partai Demokrat punya segala bukti Juridis yang kuat untuk bisa mematahkan pihak Moeldoko untuk kedua kalinya, namun AHY meminta seluruh kader dan para Pejuang Demokrasi untuk tetap waspada dan menegaskan bahwa yang Partai Demokrat perjuangkan itu adalah tegaknya keadilan, hukum, dan demokrasi di negeri ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya