Berita

Perdana Menteri Afghanistan Mullah Mohammad Hassan Akhund/Net

Dunia

Tak Diikutkan dalam Kabinet Baru, Parpol Afghanistan: Pemerintahan Ini Pasti akan Gagal

KAMIS, 09 SEPTEMBER 2021 | 07:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah partai politik besar di Afghanistan buka suara perihal susunan pemerintaan sementara yang baru diumumkan oleh Taliban pada 7 September lalu.

Salah satu yang bereaksi keras adalah Partai Jamiat-e-Islami yang digawangi oleh Salahuddin Rabbani.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (8/9), Rabbani mengatakan formasi kabinet baru Afghanistan tidak inklusif dan tidak seimbang, terlebih tidak mengikutsertakan parpol.


"Pengumuman pemerintahan menunjukkan bahwa Taliban lebih monopolis dan ekstremis dalam politik dan kekuasaan daripada para pemimpin sebelumnya," ujar dia, seperti dimuat TOLOnews.

Ketua fraksi sempalan Partai Jamiat-e-Islami, Atta Mohammad Noor juga menyebut susunan pemerintahan baru telah bertentangan dengan semua hukum dan peraturan yang berlaku.

"Ini adalah tanda hegemoni, monopoli, dan kembali ke masa lalu. Menurut kami, pemerintahan ini pasti akan gagal," tulisnya di Facebook.

Di publik, berbagai reaksi juga muncul atas pemerintahan baru Afghanistan. Beberapa menyambut baik, sementara yang lainnya keberatan.

"Mereka menunjuk tokoh mereka sendiri, bukan dari rakyat. 'Inklusif' berarti semua etnis yang tinggal di Afghanistan ambil bagian dalam pemerintahan," kata seorang warga Kabul, Abdul Rashid.

Sementara itu, Taliban menekankan, pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mullah Mohammad Hassan Akhund dapat diubah. Pengumuman sendiri dilakukan untuk mempercepat layanan publik dan menyelesaikan masalah rakyat.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya