Berita

Kepala teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove/Net

Kesehatan

WHO: Negara Penimbun Vaksin Covid-19 Bukan Hanya Tidak Bermoral, Tapi Juga Memperbanyak Korban

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan respons yang lebih keras atas penimbunan vaksin Covid-19 yang dilakukan negara-negara kaya.

Kepala teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, penimbunan vaksin Covid-19 hanya akan menambah kematian akibat virus, seperti halnya penimbunan alat pelindung diri pada awal pandemi.

"Itu bukan hanya tidak adil, itu bukan hanya tidak bermoral. Itu memperpanjang pandemi dan mengakibatkan orang meninggal," ujar ahli epidemiologi selama konferensi pers pada Selasa (8/9), seperti dikutip Sputnik.


Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Dr. Mike Ryan menekankan pentingnya mengulangi komitmen untuk memerangi Covid-19 bersama-sama, khususnya menjelang musim dingin.

"Beberapa negara memiliki banyak (vaksin) yang tersedia, tetapi mereka tidak dapat membuat orang mengambil vaksin tersebut. Dan ada negara lain, banyak di selatan, yang putus asa untuk mendapat vaksin dan tidak dapat mengaksesnya," jelasnya.

Bulan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara-negara anggota yang lebih kaya untuk menetapkan moratorium dua bulan pada suntikan booster Covid-19 dan membantu memperluas cakupan sumbangan vaksin.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya