Berita

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga duduk sebagai Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani/RMOL

Politik

Pimpinan PPP: Amandemen UUD 1945 Boleh Saja, Asal Bukan untuk Kelompok Tertentu

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 03:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana amandemen UUD 1945 yang masih mengambang tak surut dari perhatian partai politik, baik yang berkoalisi dengan pemerintah maupun tidak.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani memandang, amandemen UUD 1945 mungkin saja dilakukan karena perlu diperlakukan sebagai the living constitution.

Hanya menurutnya, amandemen UUD 1945 tidak bisa dilakukan jika tidak sesuai keperluannya dan atas kehendak masyarakat Indonesia.


"Yang tidak boleh adalah, proses amandemen itu dilakukan dan digunakan untuk kepentingan politik jangka pendek, apalagi kepentingan politik kelompok tertentu," ujar Arsul dalam diskusi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/9).

Arsul yang juga duduk sebagai Wakil Ketua MPR RI memastikan, sejauh ini pihaknya masih berhati-hati menyikapi wacana amandemen UUD 1945, yang sudah dilakukan sejak rekomendasi mengubah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui amandemen UUD 1945 diberikan pimpinan periode 2014-2019.

Kehati-hatian itu, dijelaskan Arsul, lantaran pada periode 2014-2019 lalu dinamika di MPR RI cukup tinggi tensinya. Di mana hal itu terlihat dari tujuh fraksi plus kelompok DPD yang menyetujui PPHN dengan payung hukum TAP MPR.

"Dan ada tiga fraksi menyetujui PPHN, namun dengan payung UU. MPR periode sekarangpun dan di tengah masyarakat ada perbedaan pendapat soal ini," demikian Arsul.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya