Berita

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto/Net

Politik

Fraksi PKS Tegas Menolak Amandemen Terbatas untuk Lancarkan Proyek IKN

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 17:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana amandemen terbatas UUD 1945 dengan mengusung Pokok Pokok Haluan Negara (PPHN) yang disebut-sebut untuk menjaga proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus dihujani kritik.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto menegaskan, pihaknya menolak pemindahan Ibu Kota Negara dilakukan saat ini. Sebab, Indonesia hingga kini masih berjibaku menangani pandemi Covid-19.

"Kita menolak rencana pemindahan IKN ini. Belum penting di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai ini," tegas Mulyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Senin sore (6/9).


Menurut Mulyanto, PPHN yang disebut-sebut untuk menjaga proyek pemindahan IKN pemerintahan Jokowi juga ditolak pihaknya. Sebab, PPHN belum terlalu urgen dibahas saat ini, karena masih ada Sistem Perencanaan Nasional UU Rencana Pembangunan Jangka Mengah Nasional (RPJMN).

"Begitu juga PPHN, sesuatu yang belum perlu, karena kita sudah memiliki Sistem Perencanaan Nasional, ada UU RPJPN, dll," ujar Mulyanto yang juga anggota Komisi VII DPR RI ini.

Proyek IKN telah dicanangkan Presiden Jokowi setelah menang Pilpres 2019 lalu. Dia memutuskan ibukota akan dipindahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartangera, Kalimantan Timur.

Pemerintah mencanangkan proses pembangunan ibukota baru ini dimulai tahun ini, dan pemindahan berjalan pada 2024. Meski rencana tersebut terganjal penanganan pandemi virus corona (Covid-19), Jokowi memastikan pembangunan di IKN tetap berjalan.

Jokowi menegaskan akan menyerahkan surat presiden (surpres) terkait Rancangan Undang-undang (RUU) IKN ke DPR dalam waktu dekat ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya