Berita

Komplek tempat ibadah jemaah Ahmadiyah di Sintang, Kalbar dirusak dan dibakar oleh ratusan orang/Net

Presisi

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Terduga Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 15:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penegakan hukum terhadap terduga pelaku pengruskan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) terus dilakukan oleh Polda Kalbar.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go mengatakan, setelah sebelumnya mengamankan 10 orang, hingga pemeriksaan pada Minggu malam (5/9), total ada 12 orang yang telah diperiksa intensif.

Dari pemeriksaan itu, Donny menjelaskan ada 9 orang telah ditetapkan tersangka. Sementara 3 orang lainnya saat ini masih berstatus saksi.


"Hasil pemeriksaan, tadi kita tetapkan 9 orang sebagai tersangka. Tiganya itu statusnya sebagai saksi," demikian kata Donny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin siang (6/9).

Lebih lanjut, Donny mengatakan dari pemeriksaan intensif para tersangka dijerat pasal 179 KUHP, yakni perbuatan pidana melakukan pengrusakan secara bersama-sama.

Adapun peran masing-masing tersangka, disebutkan Donny, melakukan pengrusakan dengan menggunakan alat, melempar.

"Alatnya pun beragam ada yang menggunakan kayu bahkan linggis," sebut Donny.

Terkait dengan motif tersangka, Donny mengatakan para pelaku pengrusakan mengaku kecewa karena masjid tidak berizin itu tidak dibongkar oleh pemerintah.

"Sampai batas waktu yang dikehendaki, ternyata pemerintah kan hanya memutuskan supaya aktivitas dibangunan masjid yang tak berizin itu dihentikan secara hormat. Tidak sesuai dengan harapan mereka," demikian penjelasan Donny.

Bangunan masjid jemaah Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat dirusak massa pada Jumat (3/9).

Dalam video yang beredar di media sosial, perusakan masjid itu berlokasi di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang. Bahkan tak hanya dirusak, masjid milik Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) ini juga dibakar.

Mirisnya, aksi perusakan tersebut turut disaksikan oleh aparat keamanan berseragam Polri dan TNI. Salah seorang anggota pun terdengar menenangkan warga.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya