Berita

Putri India dari Afghanistan/Net

Dunia

Putri Afghanistan Buka Suara, Kecewa pada AS, Skeptis pada Taliban

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Putri bungsu Raja Amanullah dan Ratu Soraya yang memerintah Kerajaan Afghanistan pada 1919 hingga 1929 ikut buka suara mengenai perkembangan situasi di tanah airnya.

Putri India lahir di British India, India, satu bulan setelah ayahnya turun takhta pada Januari 1929 dan hidup di pengasingan. Saat ini putri yang berusia 92 tahun itu menetap di Italia.

Meski jauh dari tanah airnya, Putri India dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan di Afghanistan seperti sang ibu. Bahkan ia juga pernah menjadi salah satu dari 100 perempuan paling berpengaruh di abad ke-20.


Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik yang dirilis pada Minggu (5/9), Putri India mengungkap kegelisahan dan ketakutannya atas masa depan di Afghanistan. Bahkan selama 42 tahun terakhir, penderitaan, invasi, dan kehancuran terus dirasakan oleh rakyat Afghanistan.

Mengomentari penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO yang tergesa-gesa NATO, Putri India menyoroti perjanjian antara pemerintahan Donald Trump dan Taliban pada Februari 2020.

"Kami tidak mengetahui perjanjian Doha antara AS dan Taliban. Aneh bahwa mereka menaklukkan semua kota, dan terutama Kabul, masuk dengan sepeda motor dan mobil pick-up tanpa perlawanan dari pasukan Afghanistan," ujarnya.

Putri India menyebut, kehadiran AS dan sekutu-sekutunya selama 20 tahun terakhir yang tidak membuahkan hasil membuktikan bahwa mereka tidak mampu mengusir teroris dan membangun kembali negara.

Di sisi lain, ia juga mengaku skeptis dengan komitmen Taliban yang mengklaim memiliki wajah baru yang lebih baik dari rezim sebelumnya pada 1996-2001.

"Jika Taliban telah berubah, mengapa orang Afghanistan ketakutan melarikan diri?" kata sang putri.

Sebagai tokoh pejuang hak-hak perempuan, Putri India mengungkap keprihatinan yang mendalam atas nasib perempuan di negaranya sekarang.

Menurutnya, kehadiran Barat selama dua dekade di Afghanistan juga tidak memberikan pengaruh besar dalam upaya peningkatan hak-hak perempuan.

"Jadi saya akan berhati-hati untuk mengatakan 'kemajuan sosial yang signifikan' dicapai dalam mengurangi penderitaan perempuan di Afghanistan selama kehadiran pasukan barat," tambahnya.

Putri India sendiri berharap konflik dan kekerasan, yang meskipun terus terjadi, tidak akan menyebar ke negara tetangga.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya