Berita

Penyerahan data kependudukan kepada warga Kebun Sayur, Ciracas, Jakarta Timur/Net

Nusantara

Berjuang 40 Tahun, Warga Kebun Sayur Akhirnya Kini Diakui Negara

SABTU, 04 SEPTEMBER 2021 | 13:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perjuangan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) agar warga Kebun Sayur, Ciracas, Jakarta Timur mendapat hak kependudukan akhirnya membuahkan hasil.

Kini, setidaknya 2.000 warga Kebun Sayur sudah memperoleh pelayanan administrasi data kependudukan setelah sekian lama mendapat diskriminasi.

"Negara memang wajib hadir dalam pemenuhan hak-hak setiap warga negara, termasuk warga Kebun Sayur, Ciracas ini," kata Ketua DPD Pospera DKI Jakarta, Sondang Hutagalung kepada wartawan, Sabtu (4/9).


Sondang mengatakan, setidaknya warga Kebun Sayur Ciracas telah berjuang selama 40 tahun untuk mendapatkan hak atas data kependudukan sebagai warga negara Indonesia.

Kader PDI Perjuangan ini mengungkapkan, pada Jumat kemarin, penyerahan data kependudukan KTP dan kartu keluarga telah dilakukan secara langsung kepada warga Kebun Sayur.

Hal ini pun menjadi kabar baik karena selama ini, warga Kebun Sayur, Ciracas sulit mengurus dokumen negara seperti KTP dan tidak bisa mengakses pelayanan publik, terutama urusan kesehatan. Imbas lain, mereka sulit mendapat bantuan selama pandemi, seperti bantuan sosial (Bansos) maupun bantuan sosial tunai (BST).

"Mereka dianggap warga liar selama ini. Tapi berkat perjuangan panjang tak kenal lelah, hak-hak warga atas administrasi kependudukan bisa didapatkan," tandasnya.

Kesulitan warga Kebun Sayur dalam memperoleh hak kependudukan selama ini, merupakan imbas dari konflik lahan antara warga dengan Perum Perhubungan Djakarta (PPD). Konflik ini berawal 2009, ketika PPD mengklaim sebagai pemilik lahan yang ditempati warga selama puluhan tahun.

Klaim itu diperkuat saat PPD dan PT Adhi Karya sepakat membangun proyek LRT City Urban Signature, sebagai salah satu proyek transit oriented development (TOD) pada 2017. Dari luas proyek yang diklaim, sebagian di antaranya merupakan lahan warga Kebun Sayur.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya