Berita

Polisi memeriksa lokasi penyerangan yang dilakukan oleh seorang pria yang ditembak mati oleh polisi setelah dia melukai banyak orang di sebuah pusat perbelanjaan di Auckland, Selandia Baru/Net

Dunia

Sehari Setelah Teror Penusukan, Supermarket Selandia Baru Tidak Menjual Pisau dan Gunting

SABTU, 04 SEPTEMBER 2021 | 12:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah supermarket Selandia Baru di bawah perusahaan Countdown mengambil langkah cepat dengan mengamankan semua pisau dan gunting dari jejeran rak pada Jumat malam (3/9) waktu setempat.

Pengumuman tersebut disampaikan Kiri Hannifin, manajer umum Countdown untuk keselamatan, pada Sabtu (4/9), setelah seorang pria yang disebut pihak berwenang sebagai ekstremis menikam enam orang di salah satu toko milik perusahaan tersebut.

"Tadi malam, kami membuat keputusan untuk menghapus sementara semua pisau dan gunting dari rak kami sambil mempertimbangkan apakah kami harus terus menjualnya," kata Hannifin, seperti dikutip dari 9News.


"Kami ingin semua tim kami merasa aman ketika mereka datang untuk bekerja, terutama mengingat kejadian kemarin," lanjutnya.

Selain Countdown, jaringan supermarket lain juga telah menghapus pisau tajam dari penjualan, media lokal melaporkan.

Selandia Baru kembali dikejutkan dengan aksi teror penikaman di sebuah supermarket di Auckland oleh seorang tersangka yang terinspirasi kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Polisi mengatakan mereka menembaknya dalam satu menit dari awal serangan. Tiga dari enam korban berada dalam kondisi kritis.

Beberapa saat usai kejadian, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan dalam konferensi persnya bahwa penyerang merupakan seorang warga negara Sri Lanka yang tinggal di Selandia Baru sejak 2011.

Ardern mengatakan penyerang telah diawasi sejak 2016 karena dukungannya terhadap ideologi kekerasan yang diilhami oleh Negara Islam. Secara hukum pria itu tidak bisa ditahan di penjara, jadi dia terus-menerus diawasi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya