Berita

Ilustrasi penyekatan warga yang akan menuju Puncak, Kabupaten Bogor/Net

Nusantara

Antisipasi Euforia Warga, Pemprov Jabar Lakukan Penyekatan Kendaraan Hingga Razia Kafe

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 22:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada indikasi masyarakat tengah bereuforia, terutama di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dan Bandung Raya, seiring menurunnya tingkat kedaruratan Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan penyekatan kendaraan dengan metode ganjil-genap yang berlaku mulai 3 hingga 5 September 2021.

"Jadi memang terindikasi ada euforia. Antisipasinya kita lakukan ganjil genap dimulai hari ini sampai hari Minggu," ucap Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat konferensi pers virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/9).


Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan razia ke sejumlah restoran dan kafe dalam waktu dekat ini. Emil, sapaan akrabnya menyebut, semua aturan akan diatur oleh petugas gabungan dari pemerintah daerah dan Polda Jabar.

"Akan ada razia untuk restoran, cafe yang tidak memenuhi pembatasan kuota hingga kapasitas penuh. Kita sedang menuju proses," katanyam dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Di samping itu, Emil melaporkan, saat ini keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit di Jabar sudah berada di angka 15 persen.

"Kemudian kasus aktif kita ada di 16 ribu, tidak lagi terbanyak, Jateng 20 ribu kasus aktif. Risiko tinggi mayoritas tidak ada mayoritas kuning," ungkapnya.

Tak hanya itu, Emil menambahkan, saat ini tidak ada lagi zona merah di Jabar. Meski begitu, masyarakat diminta tetap tidak melakukan euforia yang sifatnya membuat kerumunan.

"Daerah di kami yang memiliki risiko sedang ada 9, rendah ada kurang lebih 18. Kemudian dari sisi PPKM, ada 6 daerah level 2. Sisanya level 3 yang sudah berhasil diturunkan dari level 4," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya