Berita

Taliban/Net

Dunia

Bantah Rumor Formasi Pemerintahan Baru, Taliban Beberkan Alasan Tunda Pengumuman

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban membantah berbagai laporan media mengenai formasi pemerintahan baru Afghanistan, dengan Mullah Abdul Ghani Baradar akan memimpin pemerintahan.

Dalam laporan Reuters pada Jumat (3/9), sumber-sumber Taliban mengungkap Baradar yang merupakan pendiri dan saat ini mengepalai Kantor Politik Taliban akan memimpin pemerintahan.

Sumber juga mengungkap, putra pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar, Mullah Mohammad Yaqoob akan menempati posisi senior di pemerintahan, bersama dengan Sher Mohammad Abbas Stanekzai.


"Semua pemimpin puncak telah tiba di Kabul, di mana persiapan sedang dalam tahap akhir untuk mengumumkan pemerintahan baru," ujar seorang pejabat Taliban.

Namun jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid memberikan bantahan ketika dikonfirmasi oleh Sputnik.

Lewat laporan lainnya, Sputnik juga menyebut salah satu alasan penundaan pengumuman pembentukan pemerintahan baru Afghanistan adalah adanya ketidaksepakatan antara Taliban dan jaringan Haqqani.

"Salah satu alasan penundaan pengumuman pemerintah resmi adalah ketidaksepakatan antara Taliban dan Jaringan Haqqani," kata sumber Taliban pada Jumat.

Setelah merebut Kabul pada 15 Agustus dan menguasai negara, Taliban telah berkomitmen untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan menghomati hak asasi manusia. Awal pekan ini, Taliban menyebut pengumuman komposisi pemerintahan baru akan diumumkan pada 3 September atau hari ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya