Berita

Peta Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC)/Net

Dunia

Kebangkitan Taliban Bisa Menghidupkan Sarang Teror, Koridor Ekonomi China-Pakistan Terancam

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 08:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski dikenal memiliki kedekatan dengan Taliban, Pakistan dan China juga ikut was-was dengan kebangkitan kelompok itu di Afghanistan.

Enam tahun lalu, 20 April 2015, China dan Pakistan menandatangani kerjasama ambisius untuk membangun Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) sepanjang 3.000 kilometer, yang menghubungkan Pelabuhan Gwadar ke Kashgar. Kerjasama bernilai puluhan miliar dolar AS ini sendiri merupakan bagian dari Belt and Road Initiatives (BRI) yang dibuat Xi Jinping.

Namun megaproyek yang meliputi pembangunan jaringan jalan tol, rel kereta api, dan pipa minyak gas ini terancam dengan ketidakstabilan keamanan di Afghanistan.


Ketika merebut kendali Afghanistan, Taliban dilaporkan telah membebaskan 4.000 pejuang Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan warga sipil dan pasukan keamanan sejak 2007.

Banyak pihak khawatir kebangkitan Taliban juga bisa menghidupkan kembali kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, Pakistan, bahkan Xinjiang. Dengan munculnya "sarang teroris", sudah dipastikan keberlanjutan CPEC akan terganggu.

Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru disahkan pada 30 Agustus lalu, Taliban dituntut untuk tidak menjadikan Afghanistan sebagai sarang teroris.

Kepada China, Taliban juga berkomitmen untuk tidak memberikan dukungan pada gerakan separatis Xinjiang.

Walau begitu, kekhawatiran-kekhawatiran itu tidak sirna, bahkan menguat. Lantaran pada 20 Agustus lalu, lima hari setelah Taliban merebut Kabul, ledakan bom terjadi di Gwadar, Balochistan. Serangan itu disebut menargetkan orang China, namun menewaskan dua anak Pakistan.

Sebulan sebelumnya, ledakan bom terjadi di dalam bus dekat proyek pembangkit listrik tenaga air Dasu yang menewaskan sedikitnya 13 orang termasuk sembilan warga negara China. Sebelum ini, ledakan bom di sebuah hotel kelas atas di Quetta mengejutkan China dan juga Pakistan. Laporan menunjukkan bahwa serangan itu ditargetkan pada dutabesar China, yang berada di kota pada waktu itu.

Serangan-serangan itu terbukti mengganggu CPEC. Terbuki dari beberapa laporan menunjukkan investasi China ke dalam proyek CPEC telah melambat, meski Beijing telah membantahnya.

“Investasi China ke dalam proyek CPEC telah melambat dalam beberapa bulan terakhir. Di suatu tempat orang China mungkin menyadari bahwa mereka menggigit lebih dari yang bisa mereka kunyah karena hasil (proyek) belum terlalu memuaskan,” kata Honorary Direktur Atal Bihari Vajpayee Institute of Policy Research and International Studies, Shakti Sinha, seperti dimuat India Narrative.  

Di samping ketidakstabilan keamanan, China  juga telah menyatakan ketidakpuasannya atas laju CPEC. Baru-baru ini, kepala proyek CPEC Letnan Jenderal (purn.) Asim Saleem Bajwa karena kurangnya transparansi dan korupsi.

Terlepas dari gangguan-gangguan itu, banyak pakar menyebut CPEC merupakan permata di atas mahkota bagi China, sehingga Beijing tidak akan meninggalkannya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya