Berita

India melakukan lockdown di Kashmir/Net

Dunia

India Isolasi Kashmir Usai Pemakaman Pemimpin Separatis Syed Ali Shah Geelani

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 16:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India melakukan langkah pencegahan tingkat tinggi setelah pemimpin separatis, Kashmir Syed Ali Shah Geelani meninggal dunia. Usai pemakaman dilakukan, pihak berwenang dilaporkan telah mengisolasi Kashmir.

Dari laporan Reuters, Geelani yang berusia 91 tahun menutup usia di kediamannya di Srinagar pada Rabu malam (1/9). Lalu dimakamkan di dekat kediamannya pada Kamis pagi (2/9).

Seorang pejabat pemerintah mengatakan, hanya beberapa ratus orang, termasuk keluarga dan tetangga yang diizinkan menghadiri pemakaman.


"Ada pengamanan ketat di pemakaman, termasuk polisi berpakaian preman," kata pejabat itu.

Pihak berwenang juga telah memutus sambungan komunikasi dan internet untuk mencegah terjadi aksi protes.

Di sekitar rumah Geelani dan di tempat lain di Srinagar, pasukan bersenjata berbaris di jalan-jalan utama dan pos pemeriksaan didirikan.

Area bisnis utama kota tetap sepi, dengan sebagian besar toko tutup, dan pergerakan kendaraan dibatasi.

Di antara para pemimpin politik yang paling menonjol di Kashmir, Geelani telah memimpin aliansi gerakan separatis yang dinamakan Konferensi Hurriyat. Namun kelompok itu terpecah pada tahun 2003.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya