Berita

Pangkalan Angkatan Udara Bagram di Afghanistan yang sebelumnya dikendalikan AS/Net

Dunia

Mantan Diplomat AS: China Mencoba Ambil Alih Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 11:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China disebut tengah mencoba mengambil alih Pangkalan Angkatan Udara Bagram. Itu adalah pangkalan militer terbesar di Afghanistan, yang dikendalikan oleh Amerika Serikat (AS) selama dua dekade terakhir.

Hal itu diungkap oleh mantan Dutabesar AS untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Nikki Haley kepada Fox News pada Rabu (1/9).

Meski AS sudah meninggalkan Afghanistan, ia mengatakan, Washington harus mengawasi gerak-gerik China dengan cermat di negara itu. Untuk itu, Haley menyebut, sangat penting bagi AS untuk menjangkau para sekutu, seperti India, Jepang, dan Australia.


“Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera mulai terhubung dengan sekutu, apakah itu Taiwan, apakah itu Ukraina, apakah itu Israel, apakah itu India, Australia, Jepang, semuanya, dan meyakinkan mereka bahwa kita akan mendukung mereka dan untuk itu kita juga membutuhkan mereka,” kata Haley.

Setelah itu, Haley mengatakan, AS perlu memastikan upaya anti-teror di seluruh dunia lantaran ada kekhawatiran terjadi kampanye perekrutan besar-besaran di seluruh dunia.

“Kita perlu memastikan bahwa kita dilindungi. Kita perlu memastikan keamanan siber kuat karena aktor seperti Rusia akan terus meretas, karena kita tidak menunjukkan tanda-tanda keinginan untuk melawan. Kita perlu mengawasi China karena saya pikir Anda akan melihat China bergerak ke Pangkalan Angkatan Udara Bagram," tambanya.

Menurutnya, saat ini China tengah bergerak di Afghanistan dan Pakistan untuk melawan India.

"Jadi, kami punya banyak masalah. Hal terbesar yang harus dia lakukan adalah memperkuat sekutu kita, memperkuat hubungan itu, memodernisasi militer kita, dan memastikan kita siap untuk kejahatan dunia maya dan kejahatan teroris yang sedang menuju kita," pungkasnya.

Selama penarikan pasukan, mantan Presiden AS Donald Trump mengkritik strategi Biden yang menurutnya kacau. Trump mengatakan, sebelum menarik pasukan, AS harus menghancurkan pangkalan-pangkalan militernya di Afghanistan agar tidak digunakan musuh.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya