Berita

Taliban rayakan kemenangannya dengan parade militer/Net

Dunia

Kemenangan Taliban Bisa Jadi inspirasi Bagi Kelompok Supremasi Kulit Putih dan Ekstremis Lokal Amerika

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dengan berakhirnya penarikan AS dari Afghanistan, berakhir pula perang selama dua dekade yang dipimpin Washington di negara itu. Dan kini, fokus perhatian Pemerintahan Joe Biden sepertinya harus beralih ke musuh dalam negeri mereka, yaitu kelompok supremasi kulit putih dan ektremis yang mendukung Taliban.

Ini muncul setelah CNN dalam laporannya pada Rabu sore (1/9) mengatakan bahwa supremasi kulit putih dan ekstremis anti-pemerintah telah menyatakan kekaguman atas apa yang dicapai Taliban.

“Perkembangan yang mengkhawatirkan bagi para pejabat AS yang telah bergulat dengan ancaman ekstremisme kekerasan domestik,” lapor CNN.


Pujian itu juga telah digabungkan dengan gelombang sentimen anti-pengungsi dari kelompok sayap kanan, ketika AS dan negara Barat lainnya bergegas mengevakuasi puluhan ribu orang dari Afghanistan dengan batas waktu 31 Agustus yang disepakati pemerintahan Biden dan Taliban.

“Beberapa tren yang mengkhawatirkan telah muncul dalam beberapa minggu terakhir di platform online yang biasa digunakan oleh anti-pemerintah, supremasi kulit putih dan kelompok ekstremis kekerasan domestik lainnya, termasuk membingkai kegiatan Taliban sebagai sebuah keberhasilan, dan model bagi mereka yang percaya pada kebutuhan untuk perang saudara di AS,” kata John Cohen kepala Kantor Intelijen dan Analisis Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Cohen mengatakan bahwa DHS juga telah menganalisis diskusi yang berpusat pada "the great replacement concept" sebuah teori konspirasi bahwa imigran, dalam hal ini relokasi warga Afghanistan ke AS, akan menyebabkan hilangnya kontrol dan otoritas oleh orang kulit putih Amerika.

“Ada kekhawatiran bahwa narasi tersebut dapat memicu kegiatan kekerasan yang diarahkan pada komunitas imigran, komunitas agama tertentu, atau bahkan mereka yang dipindahkan ke Amerika Serikat,” tambahnya.

Sementara sebuah analisis dari SITE Intelligence Group, sebuah organisasi non-pemerintah Amerika mengatakan, komunitas ekstremis sayap kanan saat ini telah disegarkan oleh peristiwa di Afghanistan.

“Apakah oleh keinginan mereka untuk meniru Taliban atau retorika yang semakin keras tentang 'invasi' oleh pengungsi Afghanistan,” kata mereka yang dalam analisisnya melacak aktivitas online supremasi kulit putih dan organisasi jihad.

“Beberapa orang memuji pengambilalihan Taliban sebagai pelajaran cinta tanah air, kebebasan, dan agama,” kata SITE dalam buletin mingguannya tentang ekstremis sayap kanan.

Misalnya, kutipan yang diambil dari saluran Telegram Proud Boy to Fascist Pipeline, mengatakan: “Para petani dan orang-orang yang kurang terlatih ini berjuang untuk merebut kembali negara mereka dari globohomo. Mereka merebut kembali pemerintahan mereka, menetapkan agama nasional mereka sebagai hukum, dan mengeksekusi mati pembangkang. Jika orang kulit putih di barat memiliki keberanian yang sama dengan Taliban, kita tidak akan diperintah oleh orang Yahudi saat ini,” kata SITE mengutip saluran tersebut.

"Globohomo" adalah kata yag digunakan untuk menghina "globalis," istilah yang digunakan oleh promotor konspirasi untuk menggambarkan musuh mereka (elit global jahat yang mengendalikan media, keuangan, sistem politik, dll), menurut SITE.

Sementara  Joanna Mendelson dari Anti-Defamation League's Centre on Extremism mengatakan, ekstremis sering mengambil peristiwa terkini dan memasukkannya ke dalam narasi dan pandangan dunia mereka sendiri. Dan ini terjadi setelah penarikan dari Afghanistan dan di tengah krisis kemanusiaan dan militer.

“Mereka mengambil kiasan dan tema inti yang sama, dan jenis pandangan fanatik tentang dunia, dan memasukkannya ke dalam peristiwa saat ini,” kata Mendelson kepada CNN.

"Fakta bahwa Taliban pada akhirnya dapat mengklaim kemenangan atas kekuatan dunia seperti itu adalah sesuatu yang diperhatikan oleh supremasi kulit putih," katanya.

Di tengah sentimen anti-imigran, pejabat DHS telah menguatkan apakah warga Afghanistan sendiri akan menjadi sasaran begitu mereka mendarat di AS dan dimukimkan kembali di negara itu.

“Apakah mereka akan menjadi target potensial? Akankah warga Afghanistan sendiri menjadi target?” kata pejabat itu, memperhatikan kekhawatirannya.

Pemerintahan Biden telah berargumen bahwa supremasi kulit putih dan ekstremisme domestik adalah ancaman terbesar bagi pemerintah AS sejak kerusuhan 6 Januari di US Capitol.

Mereka terus-menerus menyebut peristiwa itu sebagai pemberontakan terhadap AS, meskipun tidak ada yang didakwa dengan kejahatan seperti itu, dan FBI baru-baru ini mengakui itu bukan upaya kudeta terorganisir.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya