Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu pimpinan Taliban di Jakarta pada 2019/Net

Dunia

Taliban Punya Harapan Besar pada Indonesia untuk Mengubah Citra Afghanistan Jadi Lebih Moderat dan Terbuka

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 09:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Peran Indonesia dalam mengupayakan perdamaian di Afghanistan pada masa lalu menjadi harapan besar bagi Taliban. Kelompok itu berharap Indonesia bisa berkontribusi dalam membangun masa depan Afghanistan, khususnya terkait peningkatan citra di dunia internasional.

Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam, Yon Machmudi mengatakan, Indonesia telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan di Afghanistan selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki peranan besar dengan meminta Menteri Luar Negeri mencabut status teroris Taliban di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), di mana Indonesia menjadi anggota.


Dengan pencabutan status itu, Taliban bisa mengunjungi Indonesia dan negara lain sehingga diplomasi dapat berjalan. Hal ini, kata Yon, sangat penting karena Taliban merupakan kelompok mayoritas di Afghanistan yang perlu diikutsertakan dalam dialog perdamaian.

"Saya kira ini menjadi poin penting kontribusi Indonesia dalam hal memberikan kesempatan pada Taliban untuk bisa berperan di dalam proses perdamaian di Afghanistan," ujar Yon kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (1/9).

Dengan kontribusi itu, ia mengatakan, Taliban yang saat ini tengah berkuasa di Afghanistan tentu memiliki harapan besar pada Indonesia, terutama dalam membangun persepsi publik internasional bahwa kelompok itu bisa membawa pemerintahan yang lebih inklusif dan terbuka.

"Nah, negara yang bisa menguatkan citra yang lebih moderat itu adalah Indonesia, karena Indonesia dikenal sebagai negara Muslim yang menerapkan moderasi dalam beragama dan berbangsa," tambahnya.

Yon menjelaskan, dengan keanekaragamannya, Indonesia memiliki pengalaman penting dalam melihat nilai-nilai demokrasi, transisi pemerintahan, dan memperhatikan isu-isu seperti peran perempuan dan perlindungan minoritas. Sedangkan di Afghanistan, banyaknya suku dan keragaman justru memicu konflik.

"Dengan Indonesia, banyak yang bisa dipelajari. Dengan begitu, citra Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban akan lebih ramah dan terbuka, terutama membangun citra di dunia internasional," pungkasnya.

Sementara itu, baru-baru ini, jurubicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan pihaknya membutuhkan dan berharap agar Indonesia memainkan peran dalam proses perdamaian dan pembangunan di Afghanistan.

Menanggapi hal itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyebut pihaknya masih terus mengkaji peran yang dapat diambil oleh Indonesia agar bisa berkontribusi bagi perdamaian Afghanistan ke depan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya