Berita

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis dalam pertemuan dengan Dewan Urusan Dalam Negeri/Net

Dunia

Yunani Tolak Masuk Pengungsi Afghanistan, Mitsotakis: Banjir Migran 2015 Jangan Sampai Terulang

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Arus migran dari Afghanistan tidak terelakkan saat Taliban berhasil menguasai negara itu. Namun, Yunani tidak ingin tragedi 'arus migrasi besar-besaran' 2015 terulang dan menyatakan bahwa perlu pembahasan yang sangat matang bagi Yunani untuk bisa menerima para pencari suaka itu.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan, ia tidak setuju dengan pernyataan Presiden Parlemen Eropa David Sassoli, yang mengatakan bahwa negara-negara anggota perlu melakukan bagian mereka dalam menerima para pengungsi Afghanistan.

Selama pertemuan panel pada Forum Strategis Bled 2021, di Bled, Sloveni, Rabu (1/9) ia menyampaikan keberatannya itu.


“Saya dengan sopan tidak setuju dengan penilaian beliau mengenai keputusan yang diambil kemarin (Selasa) oleh Dewan Eropa di tingkat menteri mengenai Afghanistan,” kata Mitsotakis, seperti dikutip dari media lokal Ekathimerini.

“Apa yang kami katakan sangat jelas, bahwa kami tidak ingin terulangnya arus migrasi besar-besaran yang tidak terkendali pada 2015. Saya mendukung keputusan ini dengan mewakili negara yang menjadi korban kebijakan lembaga-lembaga Eropa, yang berakhir dengan kegagalan. Kami belum menyepakati Pakta bersama tentang Migrasi dan Suaka,” tambahnya.

Pernyataan itu disambut baik oleh pejabat lainnya.

Sebelumnya David Sassoli menyatakan kekecewaannya terhadap hasil dari pertemuan Dewan Urusan Dalam Negeri hari Selasa.

Negara-negara Uni Eropa pada Selasa mengusulkan untuk meningkatkan bantuan ke Afghanistan dan tetangganya tetapi tidak dapat menyetujui kebijakan bersama untuk menerima pencari suaka yang melarikan diri dari pemerintahan Taliban.

“Kami telah melihat negara-negara di luar Uni Eropa maju untuk menyambut para pencari suaka Afghanistan, tetapi kami belum melihat satu negara anggota pun melakukan hal yang sama,” kata Sassoli, menambahkan bahwa kebanyakan pertolongan hanya diberikan kepada pihak keluarga atau orang-orang Afghanistan yang pernah bekerja dengan mereka, tetapi tidak ada yang menolong warga Afghanistan sipil lainnya. []

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya