Berita

Ni Nengah Widiasih jadi penyumbang medali pertama bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020/Net

Publika

Inspirasi Paralimpiade

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 14:36 WIB | OLEH: YUDHI HERTANTO

MENGAGUMKAN! Ni Nengah Widiasih menyabet medali perak pertama bagi kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Bertanding di cabang angkat berat kelas 41 kilogram, Widiasih berhasil membukukan total angkatan 98 kilogram. Kelebihannya melampaui semua keterbatasan yang dimiliki.

Setelah Olimpiade Tokyo 2020, kita disuguhkan kompetisi internasional bagi atlet yang mengalami kecacatan fisik, mental, dan sensorial. Tidak pernah terbayangkan, di tengah pandemi yang masih menekan seluruh dunia, para atlet dengan kekurangannya tetap bersemangat bertanding.

Kita semua tentu banyak belajar dari momentum kegiatan olahraga tersebut. Banyak kisah inspiratif yang menunjukan bagaimana makna perjuangan dan semangat pantang menyerah itu diperlihatkan secara nyata. Ada nuansa yang berbeda dari Paralimpiade dibandingkan Olimpiade.


Sebagaimana spirit Olimpiade dengan slogan Citius, Altius, Fortius -lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat, sesungguhnya pertandingan bukan sekadar mencapai kemenangan. Melainkan berpartisipasi dan tidak berhenti berjuang. Di situ nilai utama api semangat kehidupan dimaknai.

Kisah lain yang mengharukan juga terlihat dari foto penuh emosi kemanusiaan dari atlet pingpong dari Mesir, Ibrahim Hamadtou, yang tanpa lengan bertanding dengan menggunakan mulutnya, bahkan melakukan lemparan bola memakai kaki. Begitu luar biasa kemampuan yang dimiliki.

Kita tidak hanya melihat bagaimana sebuah pertandingan dilangsungkan untuk mencapai tingkat prestasi tertinggi, tetapi juga sekaligus memberikan dampak untuk membuka ruang bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Sesungguhnya kita insan yang kerap bersungut, bahkan lalai berterima kasih.

Kompetisi tidak seharusnya menghadirkan konflik terbuka. Persaingan adalah bagian dari dinamika. Berlomba merupakan ruang untuk mengekspresikan diri, mewakili kehendak untuk bisa menembus bahkan mengubah batas kelemahan yang dimiliki menjadi sebuah sumber kekuatan.

Hal itu menjadi sisi reflektif yang sepantasnya menjadi laku moral kita di situasi pandemi. Disrupsi karena wabah menular ini telah berlangsung dalam durasi yang panjang.

Penting untuk menjaga elan vital-daya dorong perubahan kita agar semakin adaptif dengan kondisi yang melingkupinya.

Kesulitan, kesukaran, bahkan kesempitan di tengah pandemi, sepatutnya menumbuhkan mental trengginas yang lincah dan terampil untuk keluar dari tekanan yang ada.

Dari Paralimpiade kita semestinya memang banyak belajar tentang arti hidup manusia dan kehidupan.

Penulis merupakan peminat Komunikasi, Politik, Sosial dan Budaya | Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya