Berita

Ilustrasi gamelan/Ist

Jaya Suprana

Nang Ning Nung Neng Gung

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 09:56 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADALAH sahabat merangkap mahaguru geopolitik dan kebudayaan Jawa, Edhie Haryadi yang memberikan anugerah pencerahan tentang warisan kearifan leluhur Jawa dengan ekspresi onomatopeais suara alat musik gamelan Jawa yang dipaham-lakoni sampai masa kini.

Nang

Nang artinya wenang atau tenang. Di sini seseorang berusaha untuk sadar diri dengan rutin melakukan tirakat, semedhi, maladi hening, atau mesu raga, jiwa dan akal budi. Dalam tahapan ini, ia berkonsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin dan mematikan kesadaran jasadnya sebagai upaya dalam menangkap dan menyelaraskan diri dengan frekuensi “gelombang” Tuhan.


Ning

Ning artinya wening atau hening. Di sini seseorang berusaha mengheningkan (meniadakan) daya cipta (akal budi) agar menyambung dengan daya rahsa sejati (suksma sejati, jiwa) yang menjadi sumber cahaya yang suci.

Tersambungnya antara cipta dengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Artinya, dalam keadaan “mati raga” seseorang sedang menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening dan khusyuk, bagaikan di alam Sonya Ruri atau Awang-uwung namun jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Dampaknya ia pun dapat menangkap sinyal gaib dari Sang Suksma Sejati (Tuhan) sebagai bekal jalan hidupnya.

Nung

Nung artinya kesinungan. Disini bagi siapapun yang sudah melakukan Nang lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untuk mendapatkan anugerah agung dari Tuhan Yang Maha Suci.

Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Yang Maha Suci melalui rahsa yang ditangkap oleh roh atau suksma sejati seseorang lalu diteruskan kepada jiwa untuk diolah oleh jasad menjadi manifestasi perilaku utama (laku utomo). Dampaknya seseorang akan berperilaku konstruktif (rapi, bersih, santun, cerdas, dll) dan hidupnya selalu bermanfaat untuk orang banyak.

Neng

Neng artinya heneng. Secara bahasa heneng itu berarti ketenangan, tapi disini tidak sama dengan maksud dari nang atau wenang atau tenang pada point pertama. Heneng di sini juga berarti puncak dari tawakkal (berserah diri), kemerdekaan dan kebebasan diri seseorang.

Jika wenang atau tenang itu berarti awal mula dan prosesnya, maka heneng disini adalah tujuan dan hasilnya. Karena itulah ia pun berada pada tahapan setelah nang, ning dan nung bisa dilalui oleh seseorang. Dan bisa dikatakan pula bahwa orang yang sudah sampai di titik ini adalah mereka yang disebutkan di dalam Al-Qur`an surat Al-Fajr (89) ayat 27 dengan sebutan nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang).

Untuk itulah, bagi orang yang terpilih dan pinilih (kesinungan) �"sudah melalui tahapan Nung�" akan selalu terjaga amal perbuatannya. Sehingga amal perbuatan baiknya pun tak terhitung dan akan menjadi benteng bagi dirinya sendiri bahkan orang lain.

Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin. Satu kemenangan besar yang berupa karunia dan kenikmatan dalam segala bentuknya serta punya harapan untuk bisa meraih kehidupan yang sejati, di dunia dan akhirat nanti.

Gung

Gung artinya agung atau keagungan atau kemuliaan. Ini adalah puncak dari perjalanan, karena pribadi yang telah meng-heneng-kan dirinya adalah sosok pemenang yang agung. Itu terjadi setelah ia bisa melepaskan segala ego dan ikatan materi duniawi melalui empat tahapan sebelumnya (nang, ning, nung, neng).

Karena itulah, ia bisa hidup mulia dengan memberikan manfaat untuk seluruh makhluk dan alam semesta (rahmatan lil ‘alamiin).

Dengan begitu ia juga bisa meraih kehidupan yang sejati, selalu kecukupan, tenteram lahir batin, dan tetap menemukan keberuntungan dalam hidupnya (meraih ngelmu bejo). Dan pada tahapan inilah seseorang baru akan menemukan jawaban yang benar tentang siapakah dirinya dan siapa pula Tuhannya yang sejati.

Murwakala

Di dalam kisah Wayang Purwa Batara Guru sempat mewariskan kesaktian suara alat musik gamelan kepada satu di antara sekian banyak putranya, Batara Kala yang bersosok raksasa yang setiap kali menelan rembulan menyebabkan peristiwa gerhana rembulan.

Di dalam pedalangan dikenal lakon Murwakala berkisah Batara Kala selalu ingin memangsa Pandawa namun selalu gagal akibat Pandawa dilindungi titisan Dewa Wisnu yaitu Sri Kresna. Pada hakikatnya sukma tradisi ruwatan berakar pada lakon Murwakala demi berupaya melindungi manusia terutama anak-anak dari angkara murka Batara Kala sebagai personikasi petaka keburukan di marcapada ini.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya