Berita

Postingan Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono yang menunjukkan kerumunan dalam kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di alun-alun Lamongan/Repro

Kesehatan

Miris Lihat Kerumunan Vaksinasi Covid-19 di Lamongan, Pandu Riono: Rakyat Kecil Harus Antri, Ada Solusi?

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 00:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Miris melihat fenomena kerumunan warga Lamongan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama yang terjadi pada Sabtu (28/8), dirasakan banyak pihak, setelah diketahui masyarakat dari berbagai kalangan.

Kejadian itu diketahui masyarakat dari sebuah video yang tersebar di sejumlah platform media sosial (medsos). Termasuk ditemukan oleh Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono yang memposting video kejadian itu di akun Twitternya, Minggu malam (29/8).

Dalam video yang dia bagikan terdengar suara seorang lelaki yang merekam suasana di alun-alun Lamongan. Di mana, lautan warga yang jumlahnya berkisar ratusan orang berdesakan mengantri untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yang digelar massal.


"Dari jam berapa Mas," tanya sang perekam video kepada salah seorang warga yang ikut mengantri untuk mendapatkan vaksinasi massal tersebut.

Warga yang ditanya tersebut pun menjawab, "Dari setengah tujuh (06.30 WIB) kayanya tadi," ucap warga yang terdengar dari suaranya merupakan seorang laki-laki.

Tak berhenti disitu, si perekam pun kembali bertanya, "Sekarang jam berapa Mas?" yang kemudian dijawab "Sekarang jam setengah delapan (07.30 WIB),"oleh sang warga yang dalam rekaman video nampak berada di bagian paling belakang antrian warga lainnya.

Melihat fenomena ini, tak banyak yang disampaikan Pandu Riono. Ia hanya menyampaikan sepetik kata yang menggambarkan keadaan warga, dan kemudian melontarkan pertanyaan yang diharap bisa dijawab oleh pengguna Twitter yang membaca kicauannya.

"Rakyat kecil harus antri untuk dapat suntikan vaksin pertama. Ada solusi?" demikian Pandu Riono.

Di masa Covid-19 ini, para epidemiolog, pemerhati kesehatan hingga tenaga medis sangat konsen dengan upaya pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab infeksi virus Corona baru asal Wuhan, China ini.

Pasalnya, sudah ditetapkan protokol kesehatan 3M yang harus ditaati masyarakat saat beraktivitas ke luar rumah, yang memerintahkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Namun, khusus dalam hal teknis vaksinasi massal untuk warga, para epidemiolog sudah mengkhawatirkan adanya potensi penularan, yang akibatnya bisa menimbulkan klaster baru di masyarakat.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya