Berita

Baliho Musda KNPI BS versi Oki Syahputra/Ist

Politik

Terimbas Situasi Pusat, KNPI Bengkulu Selatan Terancam Terbelah Empat

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 00:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Situasi internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) semakin bergerak dinamis. Bahkan cenderung panas.

Mengikuti perpecahan tubuh KNPI secara nasional, KNPI BS pun disebut-sebut berpeluang terbelah menjadi empat versi.

Peluang terbelahnya KNPI BS menjadi empat versi bisa dibilang sangat besar. Lantaran hingga saat ini sudah muncul dua versi kepengurusan KNPI BS.


Yaitu KNPI BS di bawah kepengurusan Ahmad Tenry Yusfik Tohir (Aten) dan KNPI di bawah kepengurusan Oki Syahputra Jaya.

Di tingkat pusat, kepengurusan Ahmad Tenry merupakan bagian dari DPP KNPI versi Haris Pertama. Sedangkan kepengurusan Oki Syahputra Jaya merupakan barisan dari DPP KNPI versi Abdul Aziz.

Perebutan pengaruh dualisme KNPI di Bengkulu Selatan semakin terlihat saat kedua versi tersebut menggelar agenda berbeda di hari yang sama.
Sabtu (28/8), DPD KNPI versi Aten menggelar Rapat Pimpinan. Usai menggelar Rapim, KNPI kubu Aten langsung bersilaturahmi ke Bupati BS, Gusnan Mulyadi.

Pada hari yang sama, DPD KNPI BS versi Oki Syahputra menggelar kegiatan Musyawarah Daerah, dengan agenda utama memilih ketua definitif.

Seperti halnya KNPI BS versi Aten, kepengurusan KNPI BS versi Oki Syahputra sebelumnya juga pernah bersilaturahmi dengan Bupati BS Gusnan Mulyadi.

Melihat perkembangan yang ada, terutama melihat kepengurusan di tingkat nasionak, maka KNPI Bengkulu Selatan berpeluang bertambah menjadi empat versi.

"Kalau sekarang ini baru terjadi dualisme, maka ke depannya bisa saja terjadi empat isme kepengurusan KNPI Bengkulu Selatan. Karena di level pusat, KNPI ini memang ada empat versi," analisis Pemuda Bengkulu Selatan, Apdian Utama, dikutip Kantor Berita RMOLBengkulu, Sabtu (28/8).

Adapun empat versi kepengurusan DPP KNPI dengan empat ketua umum yakni versi Noer Fajrieansyah, Abdul Azis, Mustahuddin, dan Haris Pertama.

"Nah, di Bengkulu Selatan yang masuk ini baru KNPI versi Ketua Umum Haris Pertama dan KNPI versi Ketua Umum Abdul Azis. Artinya kepengurusan dua versi yang belum terbentuk tersebut, bisa saja dalam waktu dekat juga akan terbentuk," jelas Apdian.

Melihat fenomena yang terjadi, Apdian meminta kepada Pemerintah Daerah BS agar bersifat terbuka terhadap semua versi yang ada. Karena pada prinsipnya, terbentuknya banyak versi kepengurusan DPD KNPI BS tidak bisa terelakkan. Sebab turunan kepengurusan dari pusat memang sudah terbelah menjadi empat versi.

Sehingga, menurutnya, setelah ada Rapim versi Aten dan Musda versi Oki, tidak menutup kemungkinan ada kegiatan Rapim dan Musda KNPI BS versi lainnya lagi.

"Siapa yang bisa jamin bahwa dua versi yang belum masuk, yakni versi versi Noer Fajrieansyah dan versi Mustahuddin bisa saja dalam beberapa hari ke depan akan terbentuk kepengurusannya di Bengkulu Selatan," papar Apdian.

Di tingkat nasional sendiri telah disepakati akan digelar Kongres bersama. Tiga versi DPP KNPI telah sepakat melakukan kongres bersama, yakni versi Noer Fajrieansyah, Abdul Azis, dan Mustahuddin. Kesepakatan kongres bersama tersebut turut diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly.

"Kita berharap semoga Kongres bersama nanti dapat menyatukan kembali KNPI selaku induk organisasi pemuda hingga ke daerah," demikian Apdian.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya