Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia SYah/Net

Politik

PAN Peluang Dapat 2 Kursi Menteri, Dedi Kurnia Nilai Dua Pos Ini Layak Diganti

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 04:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setelah turut Partai Amanat Nasional (PAN) turut bergabung ke dalam pertemuan partai politik koalisi Joko Widodo, muncul wacana tentang berpeluangnya masuk kader PAN ke dalam kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Indonesia POlitical Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganalisa, andai kader partai berlambang matahari putih itu gabung koalisi, kecenderungannya tidak akan menggantikan posisi kader mitra koalisi.

Dedi kemudian menyebutkan dua pos menteri yang berpotensi diganti adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Mendikbud Nadiem Makarim.


Argumentasi Dedi, Jokowi akan mengganti mereka yang tidak begitu berperan dalam proses pemilihan presiden.

"Jika melihat peluang, bisa dimulai dari yang paling tidak terlihat dalam proses Pilpres, semisal Muhadjir Effendy atau Nadiem Makarim, dibanding tokoh non parpol lainnya," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (27/8).


Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa dalam hasil surveinya, publik juga menginginkan kedua menteri itu paling diinginkan publik untuk dicopot.

Ia meyakini, dengan posisi PAN di di senayan, Dedi memprediksi partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu akan mendapatkan jatah dua kursi.

"PAN dengan daya tawarnya di parlemen, bisa saja mendapat dua posisi," pungkasnya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno adalah salah satu Ketum dan Parpol koalisi yang hadir dalam pertemuan bersama Presiden Jokowi, Rabu (25/8).

Dalam pertemuan itu, beberapa substansi dibahas, mulai penangagan Pandemi hingga pembangunan ibukota baru.

Meski diakui para petinggi Parpol tidak ada perbincangan soal perombakan kabinet, secara politik aroma adanya kocok ulang kabinet sepertinya sudah mulai dekat.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:07

Jazzscape: Malam Intim Jazz dari Rooftop Jakarta

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:06

KDKMP Kembalikan Hak Rakyat Secara Fair

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:54

Prabowo Sapa Ribuan Massa Aksi Damai Pendukung Ekonomi Kerakyatan di DPR

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:52

Ketika Ibu Bersatu Padu

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:43

Tak Sesuai Keputusan Presiden, DPR Heran Realisasi Bantuan Pangan Ditunda

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:33

TNI Bantah jadi Penyebab Ledakan Depan Gereja di Intan Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26

BPOM Bali Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, 15 Tersangka Ditangkap

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:04

Pembentukan BUMN Ekspor Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:59

Mercy Barends: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat Halmahera Utara

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:55

Selengkapnya