Berita

Logo MUI/Net

Politik

MUI Keluarkan Taujihat Kebangsaan, Salah Satunya Minta Pemerintah Tidak Alergi Kritik

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 21:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pertamanya, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan taujihat kebangsaan.

Salah substansi taujihat yang dikeluarkan MUI adalah mengharapkan pemerintahan Joko Widodo tidak alergi terhadap kritik dan pikiran berbeda setiap masyarakat.

Salah satu poin soal tidak alergi terhadap kritik itu juga mengulas soal bahwa tidak semua perbedaan pendapat adalah musuh yang harus ditolak.


"Sehingga masyarakat tidak alergi terhadap perbedaan pendapat dan tidak otomatis menjadikan pihak yang tidak sepaham dengannya sebagai musuh yang harus ditolak," demikian poin kedua Taujihat kebangsaan MUI.

MUI juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk membangun kesatuan demi kepentingan bangsa. MUI berpandangan kesatuan nasional bisa dibangun tanpa menghilangkan ruang dialog.

MUI juga meminta masyarakat lebih proporsional dalam menanggapi setiap kebijakan dan kinerja pemeirntah. Dalam mengawal aktivotas politik pemerintah, masyarakat perlu mengapresiasi berbagai kinerja positif dan mengkritik setiap kebijakan yang tidak sesuai dengan landasan pemerintahan Indonesia.

"Yang positif diapresiasi dan didukung, sedangkan yang dirasa menyimpang disampaikan kritik dengan menggunakan saluran yang ada, memperhatikan aspek kepantasan, dan tetap mengedepankan persatuan bangsa," demikian penjelasannya.

Berikut ini butir-butir taujihat Kebangsaan MUI yang dikeluarkan jelang penutupan Mukernas I MUI:

a. Mengembalikan semangat menyatu demi kepentingan bangsa, tanpa menghilangkan perbedaan pendapat yang ada melalui ruang-ruang dialog, bertemunya pemikiran yang berbeda, dan forum perjumpaan antar kelompok masyarakat yang berbeda. Sehingga masyarakat tidak alergi terhadap perbedaan pendapat dan tidak otomatis menjadikan pihak yang tidak sepaham dengannya sebagai musuh yang harus ditolak.
b. Kepada Pemerintah diharapkan tidak alergi / apriori terhadap kritik dan pikiran berbeda dari masyarakat. Pendekatan represif dengan mempergunakan instrument hukum untuk membungkam para pengkritik menjadi embrio semakin mengkristalnya pihak-pihak yang kritis terhadap Pemerintah.
c. Kepada masyarakat diharapkan dapat lebih proporsional dalam menanggapi kebijakan dan kinerja Pemerintah. Yang positif diapresiasi dan didukung, sedangkan yang dirasa menyimpang disampaikan kritik dengan menggunakan saluran yang ada, memperhatikan aspek kepantasan, dan tetap mengedepankan persatuan bangsa.
d. Mengajak semua pemagku kepentingan untuk mengehntikan segala bentuk polarisasi ini  yang akan dapat membawa dampak destruktif bagi bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ada kesadaran bersama untuk mengembalikan semangat saling menyatu dan menjadikan kepentingan bangsa di atas semua kepentingan yang ada.
e. Mengajak para pemimpin bangsa untuk mengedepankan  contoh (qudwah hasanah)  oleh para pendiri bangsa, tanpa harus menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada. Di dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia perbedaan merupakan suatu keniscayaan.
f. Secara khusus MUI mengajak pegiat dunia maya (netizen) untuk ikut serta berperan aktif dalam upaya menciptakan suasana dialogis yang konstruktif di tengah masyarakat, terciptanya forum-forum perjumpaan ide yang saling menghargai pendapat dalam menanggulangi Covid 19 dalam mewujudkan kesehatan bangsa untuk memulihkan ekonomi nasional  melalui semangat persatuan dalam konteks kebangsaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya