Berita

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati./RMOL

Politik

Utang Lunas kalau Rakyat Bayar Pajak, Fuad Bawazier Samakan Sri Mulyani seperti Kompeni

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 10:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Klaim utang negara bisa terbayar bila warga taat membayar pajak seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani sama saja bentuk melepas tanggung jawab.

Bila melihat pernyataan tersebut, Sri Mulyani Indrawati (SMI) seakan menyalahkan rakyat atas utang negara yang sudah menggunung.

"Pernyataan SMI di atas bermakna mau nyalahin rakyat bila pemerintah gagal bayar utang ya karena rakyat gagal bayar pajak. Kenapa pikirannya jadi seperti kompeni panjajah dulu ya?" kata mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier, Kamis (26/8).


Fuad Bawazier juga memandang ada logika yang terbalik dari pemikiran Menteri Keuangan terbaik dunia ini. Dikatakan, masyarakat akan membayar pajak tanpa disuruh jika perekonomian tanah air tumbuh. Bila terus merosot, keyakinan itu pun ikut surut.

"Pengusaha yakin ekonomi bisa tumbuh jika kebijakan ekonomi pemerintah tidak salah. Dan, kebijakan ekonomi pemerintah tidak akan salah bila pejabatnya mumpuni dan tidak korup. Jadi, kesimpulannya saya, pesimis kita bisa bayar utang tanpa utang baru," tandasnya.

Sri Mulyani meyakini pemerintah bisa membayar tunggakan utang bila penerimaan pajak berhasil dikumpulkan.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2020 lalu penerimaan pajak merosot hanya Rp 1.070 triliun. Jumlah ini jauh di bawah realisasi tahun 2019 sebesar Rp 1.332,7 triliun atau anjlok 19,7 persen.

"Penerimaan negara kita merosot, oleh karena itu kita masih harus mengalami defisit dan berutang. Namun, kita yakin bisa membayar lagi apabila penerimaan pajak bisa dikumpulkan," kata Sri Mulyani, Rabu kemarin (25/8).

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya