Berita

Bekas anggota polisi pemilik rekening gendut Labora Sitorus/Net

Hukum

Pengacara Ungkit Temuan Komnas HAM soal Pelanggaran HAM di Kasus Labora Sitorus

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 14:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik diminta kembali mengingat temuan Komnas HAM yang menyebut adanya pelanggaran hak asasi atas perkara ilegal logging dan money laundering dengan terdakwa Labora Sitorus, bekas polisi pemilik rekening gendut.

"Desember 2015 lalu, Komnas HAM sudah menyampaikan temuannya terkait hal ini. Sayang, temuan tersebut belum jadi perhatian publik," kata pengacara Labora Sitorus, Tajom Sinambela kepada wartawan, Rabu (25/8).

Ia lantas membeberkan temuan Komnas HAM bahwa ada penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dan pengabaian perlindungan hak asasi manusia dalam proses hukum yang menjerat kliennya. Padahal menurut Tajom, temuan tersebut akan mempengaruhi konstruksi dan status hukum yang disandang kliennya.


"Menurut Komnas HAM, telah terjadi apa yang disebut sebagai error in persona. Kesalahan menetapkan subyek hukum tersebut memiliki konsekuensi hukum pembatalan status klien kami," lanjut Tajom.

Oleh karena itu, Tajom menilai proses hukum kliennya telah mengabaikan kaidah yang berlaku. Labora Sitorus dan 3 terpidana kasus korupsi lainnya pernah menyurati Presiden Jokowi pada Maret 2021 lalu.

Surat tersebut berisi keluhan dan tuntutan keadilan atas kejanggalan proses hukum yang dialami Labora Sitorus, Tunggul Sihombing (Kasus Korupsi Pengadaan Vaksin Flu Burung), I Putu Suarjana (Korupsi Dana Operasional Kejari Wamena) dan Slamet Wiyardi (Korupsi Dana Bansos Kab. Bone Bolango 2011).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya