Berita

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata/Net

Hukum

Bukan Jumlah, KPK Fokus pada Kualitas Perkara dan Optimalisasi Pengembalian Kerugian Negara

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 23:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kedeputian penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfokuskan sasaran strategi kepada peningkatan efektifitas dan efisiensi penindakan sampai eksekusi dengan ukuran aset recovery.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat memberikan keterangan pers capaian kinerja KPK semester I tahun 2021 di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa siang (24/8).

"Jadi penanganan perkara ini, KPK tidak hanya fokus pada kuantitas (jumlah) perkara yang ditangani. Namun kami lebih mendorong pada kualitas perkara melalui case building dan optimalisasi pengembalian kerugian negara melalui TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)," kata Alex.


Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan KPK menyesuaikan kondisi dan situasi sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) KPK yang melakukan penyadapan atau monitoring berkurang karena banyak yang diharuskan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sesuai dengan anjuran pemerintah.

"Termasuk penyidikan dengan pembatasan gerak atau mobilitas pegawai, itu juga sangat besar pengaruhnya dalam penanganan perkara korupsi," tandas Alex.

Namun disisi lain, Alex mengatakan, upaya KPK dalam menghilangkan korupsi di republik ini tidak hanya sebatas penindakan saja, melainkan juga melakukan supervisi berupa kegiatan pengawasan, penelitian dan penelahaan terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi. Hasilnya di semester I tahun 2021 ini, hasil supervisi KPK berhasil berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp22,7 triliun.

“Melalui Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup), KPK bersama-sama pemerintah daerah telah menyelamatkan potensi kerugian negara senilai total Rp22.270.390.872.363,00 dalam satu semester 2021,” kata Alex.

Dari total Rp22,7 triliun itu, terdiri dari penagihan piutang pajak daerah senilai Rp3,8 triliun, penyelamatan aset daerah dengan sertifikasi bidang tanah pemda dengan perkiraan nilai aset mencapai total Rp9,5 triliun.

Kemudian, penyelamatan aset daerah dengan dilakukannya pemulihan dan penertiban aset bermasalah senilai total Rp1,7 triliun dan penyelamatan aset prasarana, sarana dan utilitas (PSU) atau fasilitas sosial dan fasilitas umum
(Fasos/Fasum) senilai total Rp7,1 triliun.

Dalam kegiatan supervisi ini, Alex menjelaskan, selain mempercepat penyelesaiaan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh aparat penegak hukum yang berwenang, juga menciptakan sinergitas antar instansi terkait.

“KPK memastikan perkara-perkara yang disupervisi mendapat kepastian hukum dari penanganan tindak pidana korupsi oleh aparat penegak hukum yang lain, yaitu Kepolisian dan Kejaksaan,” ungkap Alex.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya