Berita

EXO-CD24/Net

Kesehatan

EXO-CD24 dan Allocetra, Dua Obat Covid-19 Buatan Israel yang Bakal Jadi "Game Changer"

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 10:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika banyak orang di dunia sibuk mendapatkan vaksinasi, Israel dilaporkan mencari alternatif lain, dengan mengembangkan obat-obatan eksperimental untuk melawan Covid-19.

Meski mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti halnya wilayah-wilayah lain, Israel justru tidak mengalami peningkatan yang signifikan untuk kasus rawat inap dan kematian.

Selain memang telah memvaksinasi hampir 80 persen populasi orang dewasanya, Israel juga mengembangkan dua pengobatan Covid-19, yaitu EXO-CD24 dan Allocetra.


EXO-CD24

EXO-CD24 merupakan obat "presisi" eksperimental untuk inhalasi, yang dikembangkan oleh Profesor Nadir Arber di Tel Aviv Sourasky Medical Center.

Obat ini bertujuan untuk menghentikan badai sitokin yang dialami oleh sekitar 5 hingga 7 persen pasien Covid-19. Badai sitokin sendiri terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel-sel sehat dengan sel-sel sitokin ekstra.

Menurut Arber, EXO-CD24 dikembangkan menggunakan molekul CD24 yang telah ia teliti selama 25 tahun untuk membantu pasien kanker.

"Kami tidak menekan atau mengubah sistem kekebalan (seperti hal nya steroid), melainkan mengembalikannya ke normal dengan mengendalikan aspek sistem yang menyebabkan badai sitokin, reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang sering menjadi penyebab Covid serius," jelasnya.

Berdasarkan uji coba fase I, EXO-CD24 memberikan hasil yang positif. Semua 30 pasien yang diobati dinyatakan pulih, dengan 29 di antaranya meninggalkan rumah sakit hanya dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari setelah diobati.

Kabar baik juga muncul dalam laporan uji coba fase II, yang menunjukkan 90 hingga 93 persen pasien Covid-19 yang parah dipulangkan dalam waktu 5 hari.

Uji coba fase II sendiri dilakukan di rumah sakit Yunani oleh komisaris nasinal virus corona Dr. Sotiris Tsiodras.

"Dokter melaporkan tanggapan yang baik, dan ini sangat menggembirakan, serta mendukung harapan kami bahwa obat ini bisa menjadi game changer," kata Arber.

Dari uji coba yang dilakukan, tidak ada kematian yang dilaporkan, dan tidak ada pasien yang memerlukan intubasi atau dipasangi ventilator.

Kendati begitu, Arber mengingatkan, uji coba tahap selanjutnya menjadi sangat penting. Dalam uji coba ini, pasien Covid-19 yang diobati EXO-CD24, akan dibandingkan dengan mereka yang dirawat menggunakan metode plasebo sebagai perbandingan.

Allocetra

Allocentra merupakan obat yang dikembangkan oleh perusahaan imunoterapi Israel, Enlivex Therapeutics. Obat ini dibuat dengan kesadaran bahwa vaksin Covid-19 tidak akan mengakhiri virus corona.

Allocetra sendiri diberikan kepada pasien Covid-19 yang parah melalui infus IV. Obat ini bertujuan memprogram ulang sel-sel kekebalan yang tidak berfungsi.

Dari uji coba, hasil cukup menggembirakan muncul. Sebanyak 19 dari 21 pasien yang menerima Allocetra dapat pulih dan keluar dari rumah sekit dengan rata-rata 5,6 hari setelah mendapatkan terapi itu.

Selain itu, tidak ada masalah keamanan yang muncul selama uji coba.

Uji coba fase II dilakukan dengan melibatkan 152 pasien Covid-19 di Israel dan Eropa. Setengahnya mendapat Allocetra dan lainnya plasebo.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya