Berita

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad/Net

Bisnis

Indef: Vaksinasi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Pandemi

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 21:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada game changer yang bakal terjadi di tahun 2022 mendatang dalam menentukan keyakinan pemerintah, khususnya terkait kondisi perekonomian Indonesia apakah akan membaik atau tidak.

Begitu yang dikatakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance  (Indef), Tauhid Ahmad, dalam webinar kebijakan publik dengan tema "Kupas Tuntas Postur RAPBN 2022, Kredibel Kah?", Jumat (20/8).

Tauhid mengurai, jika merujuk pada teorinya Bussiness Cycle, 2022 adalah masa di mana puncak pandemi Covid-19 akan terjadi. Namun, pihaknya mempertanyakan apakah puncak lonjakan pandemi akan secepat itu.


"Kita akan kembali pada tingkat keyakinan bahwa ekonomi kita berada pada jalur perbaikan pemulihan atau tidak," kata Tauhid.

Namun dalam kondisi sekarang ini, baik tidaknya perekonomian suatu negara sangat ditentukan dengan kondisi pandemi yang ada di negara yang terpapar.

Namun dalam menangani Covid-19 yang pada tahun 2021 kembali menegangkan akibat varian delta, Tauhhid melihat vaksinasi sebagai game changer yang sangat menentukan dalam pemulihan ekonomi nasional.

Presiden Joko Widodo juga sempat menyinggung tentang keyakinannya, bahwa program vaksinasi merupakan hal yang sangat penting dan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan jika pandemi ingin ditundukan.

"Tapi problemnya, saat ini adalah soal pengadaan (vaksinnya) begitu. Nah ini yang saya kira penting," imbuhnya.

Berdasarkan data vaksinasi, lanjut Tauhid, pada tanggal 14 Agustus 2021 lalu baru dapat menyasar 780 hingga 790 orang per hari untuk penyuntikkan vaksin dosis kedua. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan berat pemerintah untuk meyakini masyarakat agar dapat divaksin dengan dua dosis, supaya Indonesia bisa mencapai herd immunity.

"Nah di kecepatannya, sekitar 800 ribu per hari kemungkinan itu akan selesai kalau targetnya 208 juta, maka masih punya PR banyak gitu ya," katanya.

Dalam hitungannya, jika vaksinasi dosis kedua mampu mencapai 800 ribu orang setiap harinya secara konsisten, maka akan mencapai herd immunity pada triwulan ketiga tahun 2022, dengan catatan bahwa pengadaan vaksin bisa lebih cepat datang.

"Karena yang problem ternyata vaksin kedua ini lebih lama dibandingkan vaksin pertama. Dilihat dari sisi grafik, harusnya perbedaan yang sudah final di grafik vaksin pertama dan kedua tidak terlalu jauh," imbuhnya.

Adapun implikasinya jika pengadaan vaksin cepat, Tauhid dan termasuk banyak pihak akan meyakini pemulihan ekonomi akan cepat terealisasi, dan pertumbuhan ekonomi akan membaik.

"Kalau kita lihat trennya di China itu di kuartal pertama 2021 dia bisa tumbuh di atas 9 persen, kemudian turun lagi di kuartal kedua karena puncaknya ada di kuartal pertama, akhirnya turun. Memang bisnis cycle nya itu buat cina sudah mendapatkan titik tertinggi, kita kelihatannya sama seperti itu, karena basiernya sama begitu sbeagai basis," katanya.

Di China dan AS, lanjut Tauhid, mampu melakukan vaksinasi secara masif. Namun di Indonesia, vaksin sebagai prasyarat belum dilakukan secara efektif, sehingga ketidakpastiaan akan pemulihan kesehatan dan ekonomi ini tidak bisa dapat diprediksi atau tinggi.

"Karena vaksin itu prasyarat kita belum lengkap jadi ketidakpastian tinggi," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya