Berita

Pemimpin oposisi Hakainde Hichilema /Net

Dunia

Kalahkan Petahana dengan Angka Telak, Pemimpin Oposisi Hakainde Hichilema Dipastikan jadi Presiden Zambia Berikutnya

SENIN, 16 AGUSTUS 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin oposisi Hakainde Hichilema sudah dipastikan keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden Zambia dengan kemenangan telak atas petahana Edgar Lungu.

Kepastian tersebut didapat setelah hasil penghitungan yang dikeluarkan komisi pemilihan pada pada Senin (16/8) menunjukkan Hichilema mendapat 2.810.777 suara melawan 1.814.201, dari penghitungan keseluruhan 156 daerah kecuali satu daerah yang masih dalam proses.

“Oleh karena itu saya menyatakan bahwa Hichilema menjadi presiden Zambia,” kata ketua komisi pemilihan, Esau Chulu, di pusat hasil penghitungan di ibu kota Lusaka, seperti dikutip dari Reuters.


Para pendukung Hichilema menyambut kemenangannya, mereka memenuhi jalan-jalan dengan mengenakan pakaian merah dan kuning, warna Partai Persatuan Pembangunan Nasional (UPND). Mereka menari dan bernyanyi, sementara para pengemudi kendaraan membunyikan klakson.

Namun, pesta kemenangan sepertinya tidak akan berlangsung lama,dan tugas berat menanti Hichilema.

Zambia saat ini berada dalam kondisi keuangan yang buruk, dan bahkan mereka menjadi negara pertama di era pandemi pada November setelah gagal memenuhi pembayaran utang internasionalnya.

Itu semua terjadi karena campuran eksplosif dari harga komoditas yang tertekan - yang telah mendorong Zambia ke dalam resesi jauh sebelum pandemi - dan perlambatan brutal dalam kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi itu sendiri.

Lungu (64), belum mengakui kekalahan, dan telah mengindikasikan bahwa ia mungkin menantang hasil, yang akan sulit, mengingat margin.

Indikasi itu sudah terlihat saat Lungu mengatakan pada Sabtu (14/8) bahwa pemilihan itu tidak bebas dan adil, setelah insiden kekerasan yang dialami agen partainya, Front Patriotik di tiga provinsi, dan partai tersebut sedang berkonsultasi tentang tindakan selanjutnya.

Para pejabat UPND menolak pernyataan Lungu sebagai pernyataan yang berasal dari orang-orang yang mencoba untuk membatalkan seluruh pemilihan hanya untuk mempertahankan pekerjaan mereka.

Jika Lungu ingin menyelesaikan perselisihan atau membatalkan pemilihan, ia harus mendekati Mahkamah Konstitusi dalam waktu tujuh hari untuk mengajukan pengaduan setelah pemenang diumumkan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya