Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Repro

Politik

Target Suntik 2 Juta Vaksin Sehari Tercapai, Ketua DPD RI Ajak Masyarakat Dukung Herd Immunity

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 21:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Target penyuntikan dua juta dosis vaksin Covid-19 dalam sehari yang berhasil diccapai pemerintah pada pekan ini mendapat apresiasi dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Target penyuntikan dua juta vaksin dalam sehari disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana hingga pekan ini, setidaknya sudah dua kali target tersebut tercapai.

Jokowi menerima laporan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang mencatat ada 2.415.382 dosis vaksin yang disuntikkan pada Selasa (13/7). Rinciannya 1.994.826 dosis vaksin Corona yang disuntikkan ke penerima dosis pertama dan 420.556 dosis untuk vaksinasi kedua.


Target kembali tercapai pada Kamis (12/8), di mana ada 2.801.857 dosis vaksin Corona yang disuntikkan ke masyarakat dengan rincian 1.317.784 suntikan dosis pertama dan ada 1.484.073 suntikan untuk dosis kedua.

Melihat capaian tersebut, LaNyalla mengajak masyarakat untuk menyukseskan target vaksinasi tersebut, agar pencapaian kekebalan komunal (herd immunity) lewat vaksinasi yang masif bisa segera terbentuk.

"Antusias dan kesadaran warga membantu pemerintah untuk mencapai target vaksinasi," ujar LaNyalla dalam keterangan etrtulis kepada redaksi, Sabtu (14/8).

Jika target dua juta vaksinasi bisa terealisasi secara berkelanjutan, LaNyalla optimistis target berikutnya yaitu pemberian lima juta dosis vaksin Covid-19 dalam sehari kepada masyarakat bisa terwujud.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Kementerian Kesehatan bersama Satgas dan instansi lainnya yang turut membantu dalam program vaksinasi Covid. Tentunya hal tersebut juga berkat jerih payah para petugas vaksinasi dan jajaran pemerintah daerah yang mengebut pelaksanaan vaksinasi," tuturnya.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, peran serta masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan vaksinasi. Karena, target sasaran vaksinasi nasional sendiri ada sebanyak 208.265.720. Untuk mendukung target itu, LaNyalla berpesan kepada Pemda sebagai pelaksana program vaksinasi untuk cepat menghabiskan stok vaksin.

"Perbanyak dan permudah warga untuk mendapatkan vaksin, dan tidak perlu takut lagi kehabisan stok. Karena pemerintah baru saja mendatangkan lima juta dosis vaksin Covid siap pakai merk CoronaVac yang diproduksi Sinovac," katanya.

Menurut LaNyalla, kedatangan vaksin CoronaVac menambah lagi jumlah stok vaksin yang dimiliki Indonesia untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.

Dengan kedatangan 5 juta dosis Vaksin Coronavac kemarin, artinya pemerintah sudah berhasil mendatangkan lebih dari 185 juta dosis vaksin.

"Ini capaian yang baik karena semakin banyak vaksin disuntikkan, maka herd immunity di Indonesia akan segera terbentuk," tuturnya.

LaNyalla juga berharap, herd immunity bisa segera terbentuk di wilayah Jawa dan Bali sebagaimana prediksi analisis serta pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Dalam catatan LaNyalla, saat ini jumlah warga yang sudah terpapar Corona di Jawa-Bali sudah mencapai 65 persen dari populasi. Kemudian cakupan vaksinasi berada di kisaran 10-11 persen.

"Jika digabungkan, angkanya telah lebih dari 70 persen, yang menjadi syarat herd immunity bisa terbentuk," papar LaNyalla.

Dari data tersebut, pakar memprediksi tak akan ada lagi badai kasus Corona terjadi di Jawa-Bali. Meski begitu, LaNyalla mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga dalam menyikapi prediksi tersebut, menurutnya,  masyarakat tidak boleh lengah. Jika terjadi pengabaian prokes, maka akan menyebabkan lonjakan kasus kembali terjadi.

"Mari berharap sekalipun peningkatan kasus Covid terjadi, jumlahnya relatif lebih kecil dan bisa terkendali," katanya.

"Dan semoga dengan mulai terbentuknya kekebalan komunal, kebijakan PPKM bisa segera berakhir dan Indonesia bisa cepat terbebas dari pandemi," tutup LaNyalla.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya