Berita

Aturan jara jarak di Kota Amsterdam/Net

Kesehatan

Kepala Jaringan Perawatan Belanda: Pelonggaran Pembatasan Covid Terlalu Dini, Bisa Berujung Bencana

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 14:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepala Jaringan Perawatan Akut Nasional (LNAZ) Belanda Ernest Kuipers memperingatkan bahwa pelonggaran langkah pembatasan virus corona yang terlalu cepat akan menyebabkan lonjakan infeksi baru, mengingat varian Delta yang sangat menular sera kekebalan kawanan yang masih terlalu rendah.

“Kami memperhitungkan pertumbuhan ketika ada lebih banyak mobilitas: orang kembali bekerja, kembali dari liburan, dan sekolah dibuka kembali, maka jumlah infeksi akan meningkat lagi,” kata Kuipers, seperti dikutip dari NL Times, jumat (13/8).

Dia mengatakan bahwa pemerintah harus belajar dari pelonggaran tindakan yang terlalu cepat pada bulan Juni, yang mengakibatkan lonjakan infeksi baru.


“Itu tidak nyaman, dan kami masih berurusan dengan itu di rumah sakit,” ujarnya.

“Sebagai perbandingan: kami sekarang memiliki sekitar 200 orang di ICU. Tahun lalu di saat yang sama, kami memiliki sekitar 20 orang di ICU. Dan bahkan pada bulan Agustus, kami secara bertahap naik, tetapi kemudian mulai rendah,” lanjut dia.

Ada keinginan yang tinggi untuk divaksinasi di Belanda, dan itu bagus, kata Kuipers. Namun target imunitas belum tercapai.

“Kami sekarang perlahan-lahan merayap menuju tingkat vaksinasi 85 persen itu. Tetapi itu berarti Anda masih memiliki dua juta orang yang belum divaksinasi dan yang belum memiliki virus corona,” ujar Kuipers.

“Lebih banyak yang perlu dilakukan untuk membujuk orang agar divaksinasi,” lanjutnya.

Kabinet mengadakan konferensi pers pada hari Jumat untuk mengumumkan seperti apa pembatasan virus corona di periode mendatang. Laporan mengatakan bahwa pendidikan tinggi akan diizinkan untuk dibuka tanpa jarak sosial , dan Grand Prix Belanda di Zandvoort akan diizinkan untuk berlangsung sesuai rencana. 

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Gara-gara KUHAP Baru, KPK Tak Bisa Perpanjang Pencegahan Fuad Hasan Masyhur

Jumat, 20 Februari 2026 | 18:04

Patroli Malam Cegah Perang Sarung

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:47

KPK Bakal Serahkan Hasil Telaah Laporan Gratifikasi TCL

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:20

Revitalisasi Taman Semanggi Telan Rp134 Miliar Tanpa Gunakan APBD

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:12

Iran Surati PBB, Ancam Serang Aset Militer AS Jika Trump Lancarkan Perang

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:03

Gibran Ajak Ormas Islam Berperan Kawal Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:02

IPC TPK Optimalkan Layanan Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:54

Kasus Bundir Anak Berulang, Pemerintah Dituntut Evaluasi Sistem Perlindungan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:47

Pansus DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Baru Administrasi Kependudukan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:45

7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:41

Selengkapnya