Berita

Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat Qin Gang bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy R. Sherman di Washington, DC, pada 12 Agustus 2021/Net

Dunia

Duta Besar China untuk AS: Taiwan adalah Masalah Paling Penting dan Sensitif dalam Hubungan Beijing-Washington

JUMAT, 13 AGUSTUS 2021 | 12:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Duta Besar China untuk Amerika Serikat Qin Gang bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy R. Sherman pada Kamis (12/8). Kedua pejabat fokus pada masalah hubungan antara kedua negara itu dengan Taiwan.

Ini adalah pertemuan pertama Qin Gang -yang baru diangkat pada akhir Juli 2021 lalu- dengan petinggi AS.

Dengan reputasinya sebagai 'prajurit serigala', diplomat yang menakutkan bagi para musuh China itu  menunjukkan nada optimis untuk membuka dialog bagi hubungan China dengan Amerika maupun China dengan Taiwan, dan bahkan keduanya.
Dalam pertemuan itu, Qin menegaskan prinsipnya bahwa Taiwan penting bagi hubungan Beijing-Washington, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.

Dalam pertemuan itu, Qin menegaskan prinsipnya bahwa Taiwan penting bagi hubungan Beijing-Washington, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.

Qin Gang, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Presiden Xi Jinping, mengatakan, masalah Taiwan adalah masalah paling penting dan sensitif dalam hubungan China-AS. Ia dengan tegas menyatakan posisi China kepada Sherman.

Pertemuan yang berlangsung beberapa menit itu menghasilkan kata sepakat bahwa penting bagi China dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan komunikasi, mengelola perbedaan dan kontradiksi, dan meningkatkan hubungan bilateral.  

Qin mengatakan kepada media usai pertemuannya dengan Sherman bahwa China dan AS sama-sama melakukan  diskusi yang mendalam secara jujur.

Hubungan China dengan Amerika Serikat nyaris tidak pernah akur. Belakangan, China marah dengan AS karena meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan, termasuk penjualan senjata dan sumbangan vaksin Covid-19.

China mengklaim bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari China. Menuduh Washington berkolusi dengan pasukan di Taiwan yang mencari kemerdekaan formal pulau itu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya