Berita

Kondisi warga berkerumun dan berdesak-desakan saat bantuan sembako langsung diberikan Jokowi di Terminal Grogol, Jakarta/Net

Politik

Kenapa Jokowi Bikin Kerumunan Bagi-bagi Sembako Di Jakarta? Anies Kan Sudah Bagus

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 11:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembagian sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo di Terminal Grogol, Jakarta pada Selasa lalu (10/8) dan berujung kerumunan warga masih membuat publik bertanya-tanya.

Bukan hanya soal bantuan yang berulang kali dibagikan langsung dan menimbulkan kerumunan, melainkan juga alasan bantuan sembako langsung diberikan di Jakarta.

Salah satu yang heran dengan hal itu adalah Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution.


“Saya juga heran, kenapa Jokowi melakukan itu di Jakarta? Di Jakarta kan Gubernur Anies Baswedan sudah dianggap cukup bagus dan berhasil mengendalikan korban Covid-19,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/8).

Syahrial mempertanyaka motivasi di balik aksi Presiden Joko Widodo tersebut. Dia bahkan bertanya-tanya, kenapa bantuan sembako langsung tidak disebar Jokowi di Solo atau Jawa Tengah yang masih tinggi kasus Covid-19.

“Pasti masih banyak yang isoman di sana. Jadi presiden bisa keliling ke rumah-rumah membagi-bagikan bansos. Mau disorot kamera atau tidak, ya silakan saja,” sambungnya.

Pada Selasa sore (10/8), Presiden Joko Widodo datang ke Terminal Grogol dengan mobil kepresidenan dan diiringi sejumlah mobil minibus.

Jokowi tidak tampak turun dari mobil. Sementara warga diminta petugas untuk membuat antrean dan kemudian bantuan yang diambil petugas lewat kaca jendela mobil minibus diserahkan.

Mulanya antrean berjalan tertib dan warga berjaga jarak. Tapi setelah Jokowi meninggalkan lokasi, antrean menjadi tidak kondusif. Tidak hanya tampak kerumunan yang tanpa jarak, mereka juga berdesak-desakan untuk mendapat bingkisan presiden.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya