Berita

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Amur Chandra saat memberikan keterangan pers/Ist

Presisi

Interpol Indonesia Minta Negara Tetangga Intensifkan Cari Harun Masiku

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 18:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Upaya aparat penegak hukum Indonesia untuk mencari dan menemukan DPO KPK Harun Masiku terus dilakukan. Setelah mengeluarkan red notice, Interpol Indonesia juga berkirim surat ke Interpol negara-negara tetangga Asean dan wilayah facifik untuk meminta lebih intensif mencari keberadaan Harun Masiku.

"Saat red notice itu sudah terbit dari (Interpol pusat di) Lyon. NCB Interpol Indonesia juga membuat surat khusus kepada Interpol negara-negara tetangga untuk lebih intensif mencari mendeteksi keberadaan HM (Harun Masiku)," kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Amur Chandra kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (10/8).

Amur mengatakan, inti surat tersebut ialah meminta agar ketika Harun melintas di pintu-pintu perbatasan, agar segera menangkap atau lebih dari itu ketika Harun terdeteksi di satu negara yang dikirimi surat agar segera mengambil langkah pencekalan.


"Beberapa negara merespon kepada kita bahwa subjek belum terdeteksi di negara setempat. Jadi gausah khawatir tidak dipublish untuk umum tapi dalam sistem i-247 (sistem Interpol) itu sudah masuk semua,"  tandas Brigjen Amur Chandra.

Amur mengatakan, meskipun red notice Harun tidak dipublish pada website Interpol, dirinya memastikan bahwa tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR PDI Perjuangan itu telah dikantongi oleh 194 negara yang menjadi anggota Interpol. Nantinya nama Harun sudah otomatis masuk ke dalam sistem penjagaan di pintu-pintu masuk negara.   

"Kecil kemungkinan kalau subjek melintas melalui jalur resmi akan lolos. Sangat kecil kemungkinan, Interpol seluruh dunia sudah mendata dan mengalert di setiap pintu perbatasan," demikian Brigjen Amur.

Harun Masiku merupakan mantan Caleg asal PDI Perjuangan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan; mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Harun lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Ia berhasil melarikan diri. Ia kemudian ditetapkan sebagai buronan KPK pada Januari 2020. Harun juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Kendati demikian, hingga kini belum diketahui keberadaan Harun Masiku.



Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya