Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Virus Corona Ada atau Tidak Ada?

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 18:08 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MANUSIA disebut  homo sapiens  sebab mampu berpikir namun juga disebut homo ludens sebab gemar bermain. Akibat kerap berdebat maka disebut sebagai homo debatiniensis.
Sejak mulai beragama, manusia mulai berdebat tentang apakah Tuhan ada atau tidak ada antara yang percaya Tuhan ada melawan yang tidak percaya Tuhan ada.  

Debat Corona

Sementara perdebatan tentang Tuhan ada atau tidak ada belum kunjung berakhir ternyata sejak awal tahun 2020 manusia mulai berdebat tentang virus Corona ada atau tidak ada.

Sementara perdebatan tentang Tuhan ada atau tidak ada belum kunjung berakhir ternyata sejak awal tahun 2020 manusia mulai berdebat tentang virus Corona ada atau tidak ada.

Bagi yang tidak percaya virus Corona ada merasa yakin bahwa penyakit pada saluran pernafasan merupakan kewajaran sudah terjadi jauh sebelum ada apa yang disebut sebagai pagebluk Corona.

Yang percaya virus Corona ada kemudian berupaya mengenal lebih dekat apa yang disebut sebagai virus Corona sambil mempertanyakan apakah virus Corona mahluk hidup atau benda mati.

Dari pertanyaan tersebut serta merta muncul pertanyaan lainnya yaitu apa kriteria yang memisahkan mahluk hidup dengan benda tidak hidup.

Lalu lanjut diperdebatkan apakah apa yang disebut “hidup” adalah seperti yang dimengerti manusia atau “hidup” yang di luar pengertian manusia. Maka para astrobiolog meyakini ada “hidup” di luar angkasa yang sama sekali beda dengan “hidup” di planet bumi.

Upaya

Meski banyak yang tidak percaya bahkan tidak mau percaya bahwa virus Corona ada namun apabolehbuat fakta membuktikan bahwa sudah begitu banyak manusia jatuh sakit bahkan binasa akibat virus yang merusak saluran pernafasan.

Maka terlepas dari virus Corona ada atau apa, telah terbukti secara tak terbantahkan bahwa sejak awal 2020 terpaksa umat manusia berjuang untuk jangan sampai jatuh sakit spalagi binasa akibat penyakit merusak saluran pernafasan manusia.

Sebagai insan yang pernah mengalami kesulitan bernafas akibat kekurangan oksigen di Lhasa, Tibet dengan ketinggian nyaris 4000 meter di atas permukaan laut. Saya tahu benar betapa dahsyat penderitaan manusia ketika mengalami kesulitan bernafas.

Maka dengan penuh kerendahan saya (yang percaya Yang Maha Kuasa ada) bersujud untuk memanjatkan doa memohon perkenan Yang Maha Kuasa melimpahkan anugerah kesadaran bagi umat manusia untuk menghentikan debat mubazir tentang Corona ada atau tidak ada.

Lebih bijak segenap manusia berhenti memboroskan enerji untuk berdebat soal virus demi bersatupadu memfokuskan energi lahir-batin melawan angkara murka  pagebluk Corona.

Tujuannya agar segenap umat manusia dapat kembali  menempuh perjalanan hidup masing-masing dengan mencari nafkah bagi diri sendiri dan sanak-keluarga masing-masing secara aman tenteram tanpa ketakutan terpapar virus Corona. Amin.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya