Berita

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Amur Chandra/Net

Presisi

NCB Interpol Indonesia Jelaskan Tak Publikasi Red Notice Harun Masiku

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 14:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Teka teki mengapa red notice Harun Masiku tidak bisa dilihat dalam website Interpol akhirnya terjawab. Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Amur Chandra menjelaskan secara detail dan lengkap mengapa red notice Harun Masiku tidak dipublikasi untuk umum.

"Apabila dipublish, Interpol (pusat di) Lyon akan bertanya, kenapa ini minta dipublish, apakah DPO ini berperkara besar dan perlu penanganan segera? banyak yang nanti tek toknya, sedangkan kita inginkan percepatan," kata Brigjen Amur Chandra kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa siang (10/8).

Kemudian alasan lain ialah, NCB Interpol dan penyidik KPK ingin kerahasiaan dalam perburuan Harun Masiku ini. Jika dipublikasi untuk umum, kata Amur, dikhawatirkan juga disalahgunakan oleh masyarakat untuk keperluan yang tidak dibenarkan, misalnya dibuat konten atau meme dan lain sebagainya di media sosial.  


Brigjen Amur memastikan, meskipun tidak dipublish, red notice Harun Masiku telah masuk ke dalam sistem i-247 (sistem interpol) yang terintegrasi kepada 194 negara anggota Interpol. Setelah red notice dikeluarkan, maka nama Harun Masiku sudah berada di semua pintu masuk perlintasan orang di semua negara yang tergabung di dalam Interpol.

"Jadi sebenarnya tidak dipublish itu tidak masalah, karena yang kita inginkan adalah data red notice itu sudah tersebar ke semua pintu masuk perlintasan di semua negara anggota Interpol," pungkas Brigjen Amur Chandra.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya