Berita

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Problematika Pandemi: Luhut Sudah Lelah, Sementara Jokowi Hanya Percaya Luhut

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 14:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Pulau Jawa dan Bali telah resmi diperpanjang. Namun demikian, pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai komando PPKM Jawa-Bali saat mengumumkan perpanjangan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Luhut secara terang menyebut bahwa pihaknya sudah lelah dalam menghadapi pandemi.

Pernyataan ini yang kemudian disebut oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief sebagai problematikan penanganan pandemi.


“Soal penanganan pandemi ini sangat problematik,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (10/8).

Problematik lantaran di saat Menko Luhut sudah menyatakan kelelahan, Presiden Joko Widodo tidak kunjung menunjuk penggantinya.

“Pak Luhut menyatakan sudah lelah, sementara Pak Jokowi hanya percaya orang (Pak Luhut) ketimbang struktur pemerintahan,” urainya.

Andi Arief mengingatkan bahwa kondisi ini akan dicatat oleh sejarah. Di mana presiden mempercayakan amanah besar yang berhubungan dengan nyawa rakyat, kepada orang yang sudah lelah.

“Akan jadi catatan sejarah orang lelah yang dipercaya. Kita bisa menebak hasil penanganan pandemi ini.” sambungnya.

“Ruwet-ruwet,” tutup Andi Arief.

Dalam jumpa pers Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin malam (9/8), Menko Luhut meminta masyarakat untuk bisa disiplin protokol kesehatan (prokes). Dia tidak ingin kelelahan yang selama ini dirasakan semua elemen masyarakat menjadi sia-sia karena ketidaktaatan pada prokes.

"Saya ingin menyampaikan kepada Anda, kita semua lelah. Bukan hanya petugas kesehatan, masyarakat juga lelah. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kelelahan kita ini, karena kita tidak disiplin,” ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya