Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Kasus Corona Belum Usai, Beijing Laporkan Satu Pasien Penderita Pneumonia Antraks Mematikan

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kemunculan kembali kasus-kasus baru virus corona, Beijing pada Senin (9/8) melaporkan seorang pasien penderita pneumonia antraks.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing (CDC) mengumumkan bahwa pasien yang berasal dari Chengde di Provinsi Hebei China Utara itu diangkut ke Beijing melalui ambulans empat hari setelah menunjukkan gejala, dan kini orang tersebut telah dikarantina.

Pasien tersebut sebelumnya telah melakukan kontak dengan sapi dan domba serta produk yang berasal dari hewan tersebut.


Antraks sangat mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Bacillus anthracis, patogen penyebab antraks, dikembangkan menjadi senjata biokimia dan telah digunakan pada abad ke-20. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Science Focus, sebuah jurnal dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, Jepang menggunakannya sebagai senjata biokimia dalam Perang Dunia II.

“Antraks lazim di antara sapi dan domba. Manusia biasanya terinfeksi setelah bersentuhan dengan hewan yang sakit atau produk yang terkontaminasi. Cara infeksi yang paling umum, 95 persen dari kasus yang dilaporkan, adalah kontak kulit, yang dapat menyebabkan lecet dan nekrosis kulit,” kata CDC Beijing.

Pneumonia antraks adalah yang paling berbahaya, itu terjadi ketika seseorang menghirup debu yang mengandung Bacillus anthracis dan terinfeksi. Orang bisa terkena antraks usus setelah makan makanan yang terkontaminasi, seperti daging, dan akan mengalami gejala antara lain mual, muntah, dan diare.

Antraks dapat ditularkan langsung antar manusia tetapi tidak menular seperti flu atau Covid-19. Bacillus anthracis adalah bakteri dan beberapa antibiotik adalah pengobatan yang efektif.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya