Berita

Ilustrasi vaksin AstraZeneca/Net

Kesehatan

Dinkes Bandung Pastikan AstraZeneca Aman Digunakan Masyarakat

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 05:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tidak menampik bahwa stok vaksin Sinovac semakin minim. Oleh karena itu, penggunaan vaksinasi kepada masyarakat umum saat ini lebih dominan vaksin Covid-19 produksi Astrazeneca.

"Kalau yang ada mayoritas memang AstraZeneca sekarang, jumlahnya tidak tahu persis," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, di Kota Bandung, Senin (9/8).‎

Ditambahkan Sony, pihaknya saat ini terus berupaya untuk mengakselarasi proses vaksinasi di Kota Bandung. Selain ke sentra-sentra vaksinasi, pendistribusian vaksin juga diprioritaskan ke Puskesmas.‎


‎"Saya tidak bicara angka ya, karena vaksin itu distribusinya kita prioritas ke Puskesmas, nah di Puskesmas itu terus berjalan," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sony juga menegaskan tidak ada perbedaan tingkat efikasi dari jenis-jenis vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat. Selain itu, Sony memastikan, vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah sudah terjamin tingkat keamanannya.

‎"Mau Sinovac atau AstraZeneca semua aman untuk diberikan kepada masyarakat, semua vaksin yang diberikan oleh pemerintah itu aman," tegasnya.

Untuk itu, Sony berharap masyarakat Kota Bandung antusias menjalani vaksinasi. Dia mengajak kepada masyarakat untuk melakukan pendaftaran vaksinasi baik melalui sentra-sentra vaksinasi maupun lewat Puskesmas.

"Dan stok vaksin di Kota Bandung aman," tandasnya.

Pemkot Bandung sendiri menargetkan vaksinasi bagi 1,9 juta warganya. Sejauh ini, proses vaksinasi telah mendekati angka 50 persen untuk dosis pertama.

Ditargetkan, proses vaksinasi dapat rampung sebelum tahun berganti. Sehingga, diharapkan kekebalan kelompok telah tercipta pada awal 2022.‎

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya