Berita

Ketua Komite Rakyat Hanoi Chu Ngoc Anh/Net

Dunia

Hanoi Perpanjang Pembatasan Ketat Selama Dua Pekan

SABTU, 07 AGUSTUS 2021 | 12:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ibu kota Hanoi Vietnam resmi mengumumkan perpanjangan masa pembatasan ketat di seluruh kota selama 15 hari dan akan mulai berlaku mulai Minggu (8/8) waktu setempat.

Menurut keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Komite Rakyat Hanoi Chu Ngoc Anh pada Jumat (6/8), pembatasan ketat yang dimulai 24 Juli lalu dan seharusnya berakhir Sabtu ini telah menunjukkan hasil yang cukup baik.

"Namun, wabah di kota serta di seluruh negeri tetap tidak dapat diprediksi dan rumit, dengan banyak infeksi ditemukan di masyarakat tanpa sumber yang jelas dan banyak kasus tidak menunjukkan gejala," kata Anh, seperti dikutip dari Vietnam News.


Ibu kota telah mencatat 1.800 kasus dalam gelombang infeksi keempat yang dimulai pada akhir April lalu, setengahnya ditemukan selama periode penguncian dengan sekitar 60-70 kasus kasus baru terdaftar setiap hari.

Dalam jumpa pers yang diadakan pada hari yang sama, seorang pejabat kesehatan mengatakan sektor kesehatan akan memanfaatkan periode penguncian untuk 'menyaring' semua kasus tersembunyi Covid-19 di masyarakat.

Di bawah perintah jarak sosial, bisnis yang tidak penting tetap tutup, orang tidak diizinkan keluar kecuali untuk tujuan penting seperti membeli makanan atau keadaan darurat medis. Angkutan umum juga tetap dihentikan.

Perusahaan, bisnis, dan agensi di kota juga harus terus mengatur agar karyawannya bekerja dari rumah dan hanya pergi bekerja dalam kasus yang benar-benar diperlukan, seperti anggota angkatan bersenjata atau orang yang menangani dokumen rahasia dan semuanya di bawah pengawasan perusahaan atau otoritas lokal.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya