Berita

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana/RMOLLAmpung

Presisi

Polresta Bandar Lampung Selidiki Laporan Mantan Timses Yusuf Kohar

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 23:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polresta Bandar Lampung telah menerima laporan  Ahmad Junaidi, salah satu Tim Sukses (Timses) mantan Wakil Wali Kota Bandarlampung M. Yusuf Kohar.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Resky menjelaskan, Ahmad melaporkan pendiri Partai Demokrat Lampung itu atas perjanjian atau iming-iming saat pencalonan oleh pasangan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.  


"Laporannya sudah kami terima, jadi saat ini kami masih melakukan penyelidikan, apakah laporan itu merupakan pidana atau bukan," katanya, seperti dikutip RMOLLampung, Kamis (5/8).

Dikatakan Resky, dalam laporannya, Ahmad mengungkap bahwa Yusuf Kohar menjanjikan hal-hal yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh yang bersangkutan.

"Kami sedang penyelidikan apakah ini masuk tindak pidana atau bukan. Pelapor salah satu tim sukses dan untuk barang bukti dalam laporan, ada berupa dokumen perjanjian," ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad mengaku masih ada tunggakan dana pribadinya untuk kampanye yang belum dibayarkan Yusuf Kohar. Dana tersebut digunakan untuk biaya administrasi berkas, hingga sosialisasi.

Ia melanjutkan, ia juga diminta bagi-bagi sembako pada bulan Juli-Agustus tahun 2020. Setelah selesai sosialisasi, Timses Yusuf Kohar mendapatkan tugas untuk melakukan bimbingan teknis.

Dana tersebut dijanjikan akan dibayar setelah memberikan laporan keuangan, namun hingga kini belum tampak hilal pembayarannya.

"Kami sudah konsultasi ke pengacara dan pihak kepolisian, dan katanya kalau memang merasa dirugikan termasuk materi dan lainnya bisa dilaporkan, jadi kami lapor," kata dia, Rabu (4/8).

Ia melanjutkan, belum menghitung total kerugian dana yang diterimanya. Itu juga belum termasuk janji-janji memberikan uang bulanan untuk tim kampanye hingga level paling bawah.

"Belum kami hitung-hitung, ini baru dana pribadi aja, kalau uang yang dijanjikan bulanan untuk tim, kampanye di kecamatan sudah gak kehitung lagi, untuk koordinator sebagai ketua, atau untuk binaan, males juga ngitungnya," kata dia.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya