Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Restrukturisasi Kredit Bank Plat Merah Bagi UMKM Membuahkan Hasil

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 23:23 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Upaya perbankan nasional khususnya bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yang terkena imbas pandemi Covid-19, mulai membuahkan hasil.

Hal itu terlihat dari nilai total restrukturisasi kredit yang dilakukan bank pelat merah sepanjang semester pertama tahun ini. Dalam laporan kinerja kuartal kedua 2021, Bank Mandiri, BRI dan BNI masing-masing telah mengalami penurunan baki restrukturisasi kredit para debitur UMKM.

Misalnya Bank Mandiri, sepanjang semester pertama 2021, telah memberikan persetujuan restrukturisasi kredit kepada lebih dari 548.000 debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp 126,5 triliun. Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi covid-19 mencapai Rp 96,5 triliun. Dari jumlah itu, 62 persen kredit yang direstrukturisasi adalah sektor UMKM.


Menurut Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Darmawan Junaidi, jumlah tersebut jika dibandingkan pada akhir 2020, yang masih mencapai Rp 124,2 triliun, baki restrukturisasi kredit Bank Mandiri sudah berkurang banyak.

"Saat ini merupakan periode yang sangat berat bagi dunia usaha. Jadi, dibutuhkan komitmen kolektif dan kolaborasi dari seluruh stakeholder ekonomi, termasuk pelaku usaha agar bisa bertahan dari badai pandemi," kata Darmawan dalam paparan kinerja secara virtual, Kamis (29/7).

Bank pelat merah lainnya yang juga gencar menggelontorkan program restrukturisasi adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Hingga Juni 2021, data outstanding kredit restrukturisasi BRI akibat terdampak covid-19 sudah mencapai Rp 175,1 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 55,4 triliun dari total akumulasi yang direstrukturisasi.

Tak mau kalah dengan para saudaranya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), juga menjalankan program restrukturisasi kredit UMKM. Dari catatan BNI diketahui akumulasi restrukturisasi kredit terdampak covid-19 sejak pandemi Maret 2020 hingga Mei 2021 mencapai Rp 123 triliun. Restrukturisasi kredit itu diberikan BNI kepada lebih dari 187.000 debitur. Adapun per Mei 2021, nilai outstanding restrukturisasi turun menjadi Rp 82 triliun.

Untuk UMKM, akumulasi restrukturisasi kredit sekitar Rp 35 triliun kepada lebih dari 112.000 debitur. Saat ini outstanding restrukturisasi tersebut sudah menjadi Rp 21,1 triliun.

"Upaya restrukturisasi BNI telah memberikan hasil positif kepada keberlangsungan usaha para debitur baik UMKM maupun non UMKM. Jadi, trennya mulai membaik," kata Dirut BNI Royke Tumilaar.

Pelaksanaan restrukturisasi kredit UMKM dalam kerangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut, nyatanya tidak menyurutkan minat perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kredit ke UMKM semakin meningkat seiring upaya regulator mendorong perbankan menyalurkan pembiayaan ke sektor ini. Kredit ke sektor UMKM pada Juni 2021 tumbuh 1,9 persen year on year (YoY) menjadi Rp 1.035,2 triliun.

Setali tiga uang, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mengalami kenaikan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam data terkininya menyebutkan, hingga 25 Juli 2021, realisasi penyaluran KUR nasional tercatat Rp 143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur. Dari jumlah tersebut, hingga paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 19,68 triliun atau 63,5 persen dari target tahun 2021, kepada 200.339 debitur UMKM.

Kendati masih dalam situasi covid-19, penyaluran KUR Bank Mandiri tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45 persen per 30 Juni 2021.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya