Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin/Repro

Politik

Klaim Covid di Indonesia Melandai, BGS: Kasus Positif di Amerika Naik 100 Ribu

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus konfirmasi positif Covid-19 harian selama sepekan terakhir berada di kisaran angka 30-40 ribu.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengklaim, angka pertambahan kasus positif tersebut menunjukkan perbaikan kondisi pandemi di dalam negeri.

"Kita bersyukur, bahwa kasus konfirmasi di Indonesi sudah menurun, demikian juga dengan BOR (tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19) tekanannya sudah menurun, rata-rata 7 hari terakhir ini," ujar Budi usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (2/8).


Budi tak memungkiri Indonesia mengalami lonjakan kasus positif yang cukup tinggi pada akhir Juni hingga pertengahan bulan Juli. Di mana, angka kasus positif harian Covid-19 pernah hampir mencapai 57 ribu, atau tepatnya berada di angka 56.757 pada 15 Juli lalu.

"Indonesia termasuk yang kemarin kena, naik tinggi setelah India. Tetapi sekarang negara-negara besar di dunia pun naiknya tinggi," imbuhnya.

Budi memberikan perbandingan kondisi pandemi di dalam negeri dengan yang kini terjadi di negara-negara lain. Menurutnya, cara ini menjadi penegasan bahwa Indonesia sudah berada ditataran terkendali.

"Sekarang banyak di negara-negara lain, seperti di Amerika, naiknya sudah di atas 100 ribu. Jadi Bapak Presiden menekankan bahwa kita bersyukur kerja keras kita sudah berhasil menurunkan angka konfirmasi dan tekanan di rumah sakit," tuturnya.

Di tambah lagi, lanjut Budi, puncak kenaikan kasus konfirmasi positif di Indonesia ternyata tidak seburuk yang diperkirakan pemerintah. Di mana, tambahan kasus positif sebanyak 56.757 pada 15 Juli tidak melebihi atau sampai ke angka 70 ribu.

"Skenario terburuk yang kami perkirakan sebelumnya (mencapai) 70 ribu penambahan kasus per hari, sampai sekarang kita melihat, kita besyukur, bahwa peek-nya terjadi di 57 ribu per hari," ungkap Budi.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini menambahkan, perbaikan kasus Covid-19 di Indonesia ini disebabkan upaya testing dan tracing kasus positif yang ditingatkan pemerintah.

"Dengan peningkatan kapasitas testing yang dalam sebulan terakhir hanya 50 ribuan menjadi hampir 200 ribuan, kasus yang tadinya kita prediksi kena di 70 ribu, kita amati puncaknya ada di 57 ribu," demikian Budi.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Amerika pada tanggal 30 Juli lalu memang bertambah hingga 122.674 kasus.

Data yang dilansir The New York Times tersebut juga memperlihatkan pertambahan kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat pada keesokan harinya, yakni tanggal 31 Juli yang angkanya menurun drastis menjadi 29.692 kasus dalam sehari.

Kemudian pada tanggal 1 Agustus kemarin, tambahan kasus positif Covid-19 di negeri Paman Sam kembali turun ke angka 23.139 kasus dalam sehari.

Sementara di Indonesia, hingga tanggal 1 Agustus kemarin angka tambahan kasus positif Covid-19 masih berada di kisaran 30.738 kasus dalam sehari.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya