Berita

Kebakaran hutan di Turki/Net

Dunia

Penyelidikan Kebakaran Hutan, Turki Tangkap Seorang Tersangka

MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penyelidikan terkait penyebab kebakaran hutan yang melanda Turki terus berlangsung, dengan seorang tersangka sudah ditangkap.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkap, otoritas telah menangkap seseorang yang diduga bertanggung jawab dengan memulai kebakaran tersebut, seperti dimuat ANI News.  

"Ada satu tahanan di Milas. Jika ini tindakan sabotase, maka tugas kita untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab," ujar Erdogan ketika berpidato di pusat penanganan kebakaran di Provinsi Mugla pada Sabtu (31/7).


Sementara itu di Twitter, Erdogan telah berkomitmen untuk menemukan mereka yang telah membakar hutan Turki dan meminta pertanggungjawaban.

Kebakaran hutan besar-besaran di Turki telah berlangsung selama kurang lebih empat hari. Dengan skala yang besar, Erdogan telah menetapkan Area Bencana di wilayah-wilayah terdampak.

"Kami telah menyatakan wilayah yang terkena kebakaran hutan sebagai 'Area Bencana yang Mempengaruhi Kehidupan Umum'. Kami akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menyembuhkan luka bangsa, mengkompensasi kerugian, dan meningkatkan peluang yang lebih baik dari sebelumnya," tutur Erdogan.

Sejauh ini, DW News melaporkan, dari 98 kebakaran yang terjadi di berbagai provinsi sejak Rabu (27/7), 88 di antaranya telah berhasil dikendalikan.

Tetapi menjalarnya api membuat banyak daerah dan hotel telah dievakuasi. Para turis bahkan harus dievakuasi menggunakan perahu karena kobaran api menghalangi jalan.

Kebakaran juga telah menewaskan empat orang, dengan 183 lainnya terluka.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya