Berita

Plt Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati/Net

Hukum

KPK Ingatkan Petugas Jangan Sampai Ada Pemotongan Bansos Covid-19

JUMAT, 30 JULI 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah Joko Widodo kembali memberikan bantuan sosial (Bansos) virus corona baru (Covid-19) berupa tunai di tengah kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bansos tersebut diharapkan tidak dimanfaatkan oleh segenap pihak untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"KPK meminta segenap pihak untuk tidak memanfaatkan situasi pandemi untuk keuntungan pribadi atau membuat kebijakan yang merugikan masyarakat yang membutuhkan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/7).


Ipi mengatakan, Bansos Covid-19 yang disalurkan dalam bentuk bantuan sosial tunai (BST) didesain dengan mekanisme untuk memastikan penerima bantuan menerima secara langsung.

Teknis penyalurannya melalui rekening penerima atau melalui PT POS dengan by name by address yang telah dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Harapannya, tidak ada pihak-pihak yang akan menyimpangkan kebijakan untuk mengambil keuntungan dari para penerima bantuan yang berhak," kata Ipi.

Namun kata Ipi, data angka masyarakat miskin karena terdampak pandemi di lapangan bisa berubah.

Oleh sebab itu, KPK berharap Pemerintah Daerah (Pemda) berperan aktif untuk memberikan masukan data warganya yang memerlukan dan berhak menerima bantuan.

"Sehingga, kualitas data penerima bantuan dapat terus ditingkatkan dan bansos bisa lebih tepat sasaran," jelas Ipi.

KPK itu kata Ipi, mengimbau kepada masyarakat jika terjadi penyimpangan dalam penyaluran Bansos dapat menyampaikan keluhan melalui platform Jaga.id.

Selain menampung keluhan, masyarakat diharapkan mencari tahu terkait informasi Bansos Covid-19.

"KPK akan meneruskan keluhan kepada Kementerian atau Pemda terkait dan mengawal tindak lanjut penanganan keluhan yang disampaikan masyarakat," pungkas Ipi.

Heboh pemotongan Bansos ditemukan saat Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak ke penerima Bansos.

Saat sidak ke Tuban warga yang harusnya menerima 3 bulan, hanya mendapatkan dua bulan saja. Saat ditanya Risma petugas pembagi Bansos beralasan khawatir jika diberikan semua malah dicairkan seluruhnya oleh warga.

Risma menemukan ketidakberesan pembagian Bansos ditemukan di Kota Tangerang, Banten, Kamis (29/7). Kartu ATM dan penerima BST justru dipegang oleh oknum pendamping.

Dugaan pemotongan Bansos terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Jatah bantuan Rp 600 ribu yang diterima justru harus dipotong sebesar Rp 50 ribu.

Alasannya, petugas akan menggunakan uang tersebut untuk pembelian bensin Ambulans. Lokasi ditemukannya pemotongan Bansos ini terjadi di Keluarahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya