Berita

Masker N95/Net

Dunia

Pria Asal Texas Tipu Pemerintah Australia, Jual 50 Juta Masker "Gaib" Senilai Rp 4,6 Triliun

KAMIS, 29 JULI 2021 | 16:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penipuan terkait penjualan alat pelindung diri (APD) semakin bermunculan di tengah pandemi. Bahkan aksi kriminal ini juga menargetkan pemerintah.

Seorang pria asal Houston, Texas bernama Areal Doolittle mengaku bersalah karena terlibat dalam skema penipuan untuk menjual 50 juta masker N95 merek 3M yang sebenarnya tidak ia miliki, ke pemerintah New South Wales (NSW) di Australia.

Jaksa menyebut, kesepakatan penjualan tersebut bernilai hingga 317,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp 4,6 triliun (Rp 14.500/dolar AS).


Menurut jaksa, Doolittle tidak bekerja sendiri. Ia bersama seorang terdakwa lainnya, Paschal Eleanya mencoba menjual masker dengan harga lima kali lipat dari harga jual. Dengan kesepakatan tersebut, mereka bisa mengumpulkan 275 juta dolar AS, sementara sisanya dibelikan masker dari broker.

Namun transaksi berhasil digagalkan oleh Dinas Rahasia AS, dan kemudian Doolittle didakwa pada November lalu, seperti dimuat Reuters.

Pada Selasa (27/7), ia mengajukan pembelaannya di hadapan Hakim Distrik AS di Houston, Lynn Hughes.

Doolittle menghadapi hukuman lima tahun penjara, dengan hukuman yang dijadwalkan pada 25 Oktober, dan akan tetap ditahan sampai saat itu.

Sementara itu, dakwaan terhadap Eleanya masih tertunda. Pengacaranya, Ali Fazel, mengatakan bahwa Eleanya hanya berperan sebagai perantara.

"Kami bekerja keras untuk menunjukkan perilakunya di atas batas dan berharap pemerintah akan membatalkan tuduhannya," kata Fazel.

Selain skema penipuan masker, Doolittle pada Juni juga mengaku bersalah atas kasus skema penipuan investor dalam transaksi minyak dan gas.

Dengan kasus tersebut, jakwa sepakat untuk menambah 4 tahun penjara bagi Doolittle di samping kasus penipuan masker.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya