Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/Net

Dunia

Negosiasi Kesepakatan Nuklir Buntu, Khamenei: Jangan Mempercayai Barat

KAMIS, 29 JULI 2021 | 08:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negosiasi untuk menghidupkan kesepakatan nuklir Iran yang sudah berlangsung sejak April di Wina belum mengalami kemajuan yang signifikan.

Dalam prosesnya, negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum membuahkan hasil dengan kedua belah pihak teguh pada pendiriannya masing-masing. Iran mendesak AS untuk mencabut sanksi terlebih dulu, sedangkan Washington mendesak Teheran untuk mengurangi program nuklirnya terlebih dulu.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan telah mengecam sikap keras kepala AS. Itu lantaran baru-baru ini pihak AS menawarkan gagasan yang menurutnya tidak masuk akal.


"Mereka mengatakan 'beberapa masalah dapat dibicarakan di masa depan, atau kita tidak akan memiliki kesepakatan'. Dengan kalimat itu, mereka ingin memiliki alasan untuk campur tangan dengan rudal dan masalah regional," ujar Khamenei di situs resminya yang dikutip Sputnik pada Rabu (28/7).

"Jika Iran menolak untuk membahasnya, mereka akan mengatakan bahwa Anda telah melanggar perjanjian dan perjanjian berakhir," tambahnya.

Pada Rabu, Khamenei bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani dan anggota kabinetnya. Ia menggarisbawahi bahwa AS telah gagal menjamin bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan kesepakatan lagi.

"Amerika bertindak benar-benar pengecut dan jahat. Mereka pernah melanggar kesepakatan nuklir tanpa biaya keluar. Sekarang mereka secara eksplisit mengatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan jaminan bahwa itu tidak akan terjadi lagi," kata Khamenei.

"Generasi ke depan harus menggunakan pengalaman ini. Telah dijelaskan selama pemerintahan ini bahwa mempercayai Barat tidak akan berhasil. Barat tidak membantu, mereka menyerang di mana mereka bisa," tambahnya.

Kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) ditandatangani pada 2015 oleh Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. JCPOA menetapkan penghapusan sanksi internasional dari Teheran sebagai imbalan untuk itu mengurangi program nuklirnya.

Namun, pada 2018, pemerintahan Donald Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Teheran menanggapi dengan secara bertahap meninggalkan komitmennya sendiri terhadap penarikan penuh sampai sanksi dicabut.

Sejak April, negosiasi untuk menghidupkan JCPOA dimulai. Iran sendiri telah mengajukan waktu hingga pemerintahan baru yang dipimpin Ebrahim Raisi menjabat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya